Polda Jamin Rasa Aman dan Nyaman Warga Kalbar

Polda Jamin Rasa Aman dan Nyaman Warga Kalbar
Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono ( Foto: SP/Sahat Oloan Saragih )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Selasa, 16 Juli 2019 | 11:39 WIB

Sambas, Beritasatu.com – Setiap tahun wilayah Kalimantan Barat (Kalbar) terus ada perubahan ke arah yang lebih baik dan lebih ramai. Sebagai daerah yang berbatasan langsung dengan negara Sarawak, Malaysia, Kapolda Kalbar Irjen Pol Didi Haryono mengatakan, pihaknya menjamin rasa aman dan nyaman warga di wilayah Kalbar, khususnya di Kabupaten Sambas.

Hal itu dikatakan Kapolda Didi Haryono seusai acara ramah tamah dalam rangka HUT ke-20 Kabupaten Sambas, Selasa (16/7/2019). Dikatakan, sebagai salah satu unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kalbar, pihaknya terus memantau dan memberikan masukan terkait kesejahteraan dan keamanan di daerah Kabupaten Sambas.

Selain itu juga masalah keamanan di wilayah Kabupaten Sambas sangat penting karena Sambas berbatasan langsung dengan Sarawak, Malaysia. Dikatakan demikian karena sesuai informasi yang diterima masih ada warga yang keluar masuk ke Malaysia dan ke Sambas tanpa dokumen.

“Setiap orang yang hendak berangkat ke perbatasan harus ada dokumen keimigrasian. Jika ada orang yang berangkat ke Malaysia tanpa dilengkapi dokumen resmi maka hal itu adalah ilegal,” tegasnya.

Kapolda Didi Haryono menambahkan, masalah peredaran narkoba di dan dari perbatasan menjadi satu atensi khusus dari jajaran kepolisian. Di mana selama enam bulan terakhir ini jajaran Polda Kalbar mengamankan narkoba yang berasal dari perbatasan.

Oleh sebab itu kerja sama seluruh masyarakat khususnya masyarakat perbatasan dengan aparat keamanan harus lebih ditingkatkan. “Sehingga masalah sekecil apapun dapat diketahui dengan cepat dan dapat segera diantisipasi atau diselesaikan,” ujar Kapolda.

Terkait program desa mandiri dan ketahanan sosial, menurut Kapolda Didi Haryono harus dilaksanakan secara bersama dengan masyarakat dan aparat. Yaitu bagaimana secara bersama-sama mengatasi masalah sosial seperti dengan membangun poskamling, siskamling modern, demikian juga dengan ketahanan ekologi dari banjir, longsor dan karhutla.

Sehingga bisa mendeteksi dini sebelum terjadi permasalahan dan mengevakuasi atau menyelamatkan korban yang terkena dampak. Menurutnya sekarang ini ada 2031 Desa di Kalbar ini yang akan dibangun hingga menjadi Desa Mandiri.



Sumber: Suara Pembaruan