5 Kementerian Garap Pengembangan Candi Borobudur

5 Kementerian Garap Pengembangan Candi Borobudur
Candi Borobudur dilihat dari Punthuk Setumbu. ( Foto: Antara / Sigid Kurniawan )
Stefi Thenu / FER Selasa, 16 Juli 2019 | 15:55 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) memerintahkan sejumlah kementerian untuk menggarap pengembangan Candi Borobudur, dalam Rapat Terbatas (Ratas) Pengembangan Destinasi Pariwisata Prioritas bersama Presiden dan Wakil Presiden di Kantor Presiden, Jakarta, Senin (15/7/2019).

Gubernur Jawa Tengah (Jateng), Ganjar Pranowo, mengatakan, yang diperlukan untuk pengembangan Candi Borobudur adalah kejelasan konsep.

"Maka akses ke Borobudur harus segera disiapkan. Blue print pengembangan Borobudur, RT RW, pengelola dan pemerintah daerah harus bersinergi," ujar Ganjar di Semarang, Selasa (16/7/2019).

Menurut Ganjar, Candi Borobudur merupakan satu dari 10 destinasi Bali Baru yang diimpikan Presiden Jokowi dan ditargetkan bakal mampu mengundang 20 juta wisatawan mancanegara (Wisman).

Saat menghadiri Asalha Maha Puja 2563 di pelataran Candi Borobudur, Ganjar menargetkan 5 juta wisatawan datang ke Borobudur. Meski saat ini dalam setahun angka wisatawan yang datang ke Candi Borobudur sudah mencapai 2,6 juta orang, namun jumlah wisman baru sekitar 250.000 orang.

"Kegiatan besar harus diselenggarakan. Harus ada dukungan infrastruktur. Perbaikan sekitar Borobudur. Termasuk dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Presiden juga pesan tiga hal, fasilitas, utilitas dan amenitas," kata Ganjar.

Fasilitas yang dimaksud adalah infrastruktur, utilitas dasar atau kesenangan atau kebiasaan para wisatawan, ketiga adalah amenitas pariwisata alias kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan ketersediaan rumah makan, fasilitas umum, hingga toko cinderamata.

"Agar orang datang tidak cuma lihat candinya saja. Tapi juga bisa menikmati kuliner, atraksi, seni budaya. Ini yang mau kita dorong. Kalau gitu-gitu saja acaranya tidak menarik. Harus jelas acara dan target wisatawannya," kata Ganjar.

Beberapa persoalan yang telah disampaikan Ganjar tersebut, juga langsung direspon Presiden dengan memerintahkan beberapa kementerian untuk turun ke Jateng. Terlebih, pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran mencapai Rp 6,5 triliun untuk pengembangan 10 destinasi Bali Baru.

"Kalau Pak Presiden sangat tegas, target satu tahun mesti beres," kata Ganjar.



Sumber: Suara Pembaruan