Sejumlah Mantan Bupati Akan Maju di Pilgub Bengkulu 2020

Sejumlah Mantan Bupati Akan Maju di Pilgub Bengkulu 2020
Ilustrasi pilkada. ( Foto: Beritasatu.com )
Usmin / JAS Rabu, 17 Juli 2019 | 06:48 WIB

Bengkulu, Beritasatu.com - Sejumlah mantan bupati di Provinsi Bengkulu, disebut-sebut akan maju sebagai bakal calon (balon) Gubernur Bengkulu pada pilkada serentak yang akan digelar September 2020 mendatang.

Keterangan yang dihimpun Suara Pembaruan di Bengkulu, Selasa (16/7/2019) menyebutkan, mantan bupati yang akan maju mencalonkan diri sebagai balon gubernur pada pilkada serentak 2020 mendatang, antara lain mantan Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi, mantan Bupati Kepahiang, Bando Amin C Kader, dan mantan Bupati Rejang Lebong, Suherman.

Selain itu, ada beberapa nama lainnya yang santer di Bengkulu untuk ikut kontestasi Pilgub Bengkulu pada 2020 mendatang, antara lain mantan anggota DPR-RI dari dapil Bengkulu, Patrice Rio Capella, mantan Gubernur Bengkulu, Agusrin Maryono Najamudun, Bupati Lebong, Rosjonsyah, dan Gubernur Rohidin Mersyah.

Khusus para mantan bupati yang rata-rata menjabat dua periode ini, sampai sekarang belum terang-terangan menyatakan akan maju pada Pilgub Bengkulu 2020 mendatang. Mereka masih melihat situasi dan melirik partai politik (parpol) yang akan didekati dan bersedia mengusung pada pilkada September tahun depan.

Selain itu, mereka juga masih mempertimbangkan maju sebagai cagub atau cawagub Bengkulu pada pilkada 2020 mendatang. Soalnya, syarat untuk mencalon sebagai gubernur melalui jalur parpol tidak mudah, karena parpol baru bisa mengusung satu paslon cagub-cawagub sedikitnya harus memiliki 9 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu.

Sedangkan hasil Pemilu 17 April lalu, tidak ada parpol di Bengkulu, yang memperoleh 9 kursi di DPRD setempat. Partai Golkar dan PDIP masing-masing meraih 7 kursi di DPRD Provinsi Bengkulu.

"Kedua parpol besar ini untuk mengusung satu paslon cagub-cawagub Bengkulu pada pilkada 2020 harus berkoalisi dengan partai lain agar jumlahnya menjadi 9 kursi atau lebih. Jika PDIP dan Golkar tidak berkoalisi dengan parpol lain, maka mereka tidak bisa mengusung satu paslon di Pilgub Bengkulu," kata pengamat politik dari Universitas Bengkulu, Panji Suminar.

Tidak hanya Golkar dan PDIP saja, parpol lainnya, seperti Nasdem, Demokrat, Gerindra, Hanura, PKB dan parpol lainnya harus berkoalisi dengan parpol lain agar bisa mengusung satu paslon cagub-cawagub pada Pilkada tahun depan.

Atas dasar ini, kata Panji Suminar peseta Pilgub Bengkulu 2020 mendatang paling banyak diikuti 3 hingga 4 paslon saja. Bahkan, jika partai besar berkoalisi kemungkinan peserta Pilgub hanya 3 paslon saja.

"Saya pikir peserta Pilgub Bengkulu tidak pasang ini cukup ideal, sehingga masyarakat banyak pilihan untuk memilih pemimpin Bengkulu lima tahun kedepan," ujarnya.

Terkait peluang para mantan bupati di Pilgub Bengkulu 2020 mendatang, Panji mengatakan semua peserta Pilgub memiliki peluang untuk terpilih tinggal bagaimana caranya mereka menarik simpatik masyarakat agar memilihnya pada pilkada nanti.

"Saya kita kalau soal bagaimana memenangkan pilkada mereka sudah berpengalaman. Buktinya mereka rata-rata terpilih menjadi bupadi dua priode. Tinggal partai mana yang akan mengusung mereka di Pilgub nanti," ujarnya.

Sebelumnya mantan Bupati Bengkulu Utara, Imron Rosyadi mengatakan, dirinya akan melihat situasi untuk memutuskan maju atau tidak di Pilgub Bengkulu mendatang. Sebab, sampai sekarang meski tahapan Pilgub akan dimulai KPU Setempat 2019, tapi gema pilkada masih sepi.

"Saya kira kawan-kawan yang akan maju di Pilgub Bengkulu, akan melihat situasi politik yang berkembang ke depan. Bisa saja ada kandidat yang sudah melakukan lobi dengan parpol agar bisa diusung pada Pilgub 2020 mendatang," ujar pengurus inti DPD Golkar Bengkulu ini.

Meski demikian, kata mantan Bupati Bengkulu Utara dua priode ini, dalam waktu dekat akan bermunculan kandidat balon cagub dan cawagub Bengkulu, ke permukaan saat tahapan pilkada sudah dimulai September nanti.

"Sekarang mereka masih malu-malu untuk terang-terangan maju sebagai balon Cagub dan Cawagub Bengkulu, karena tahapan pilkada belum dimulai KPU setempat. Yang jelas, Imron berharap siapa yang terpilih sebagai gubernur dan wakil gubernur Bengkulu hasil Pilkada 2020 harus kita dukung," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan