Senator Terpilih Gelar Silaturahmi, Ratu Hemas: Lembaga DPD Akan Semakin Kuat

Senator Terpilih Gelar Silaturahmi, Ratu Hemas: Lembaga DPD Akan Semakin Kuat
Puluhan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih periode 2019-2024 yang diinisiasi Kanjeng Ratu Hemas dari DIY (keempat dari kiri), menggelar acara silaturahmi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD) di Hotel Claro, Makassar, Sulawesi Selatan, Senin-Selasa atau 15-16 Juli 2019. ( Foto: Istimewa )
John Lorry / JEM Rabu, 17 Juli 2019 | 08:22 WIB

Makassar, Beritasatu.com – Puluhan anggota Dewan Perwakilan Daerah (DPD) terpilih periode 2019 – 2024, menggelar acara silaturahmi dalam bentuk Focus Group Discussion (FGD).

Kegiatan ini mengangkat tema “Penguatan Peran, Fungsi dan Tugas DPD RI dalam Konstelasi Kewenangan pada Sistem Ketatanegara” berlangsung di Hotel Claro Makassar, Sulawesi Selatan, 15-16/07/2019.

FGD ini bertujuan untuk menyamakan persepsi dalam rangka penguatan tugas serta penguatan DPD dalam sitem ketatanegaraan.

Gusti Kanjeng Ratu (GKR) Hemas selaku inisiator kegiatan ini mengatakan, dengan hadirnya anggota DPD yang muda terpilih dan sejumlah tokoh parpol yang berpimdah kamar, dirinya yakin lembaga DPD semakin kuat.

“Dengan banyaknya anggota DPD yang muda dan milenial yang terpilih serta teman teman yang dulunya adalah pengurus parpol di daerah, saya yakin lembaga DPD ini semakin kuat kedepan. Intinya bagaimana membangun komunikasi yang bagus untuk kepentingan masyarakat,” ucap Gusti Kanjeng Ratu

Acara tersebut menghadirkan anggota DPD terpilih dari Provinsi Sulawesi Selatan , Sulawesi Barat, Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Sulawesi Utara, Gorontalo, Maluku, Maluku Utara, Papua, Papua Barat, Kalimantan, Bali, Nusa Tenggara Timur, dan Nusa Tenggara Barat.

Dari diskusi selama dua hari, terbangun kesepahaman pemikiran yang dirumuskan sebagai berikut:

1. Sepakat untuk bersama-sama meningkatkan integritas anggota DPD RI Terpilih 2019-2024 dalam memperkokoh visi-misi perjuangan DPD untuk membangun kekuatan fungsi kelembagaan secara nyata dengan lebih mengoptimalisasikan peran, fungsi dan tugas DPD dalam setiap implementasi kinerja konkret untuk merepresentasikan kepentingan daerah.

2. Sepakat memperkuat jalinan komunikasi yang harmonis antara seluruh anggota DPD RI Terpilih 2019-2024 dengan berbagai pemangku kepentingan wilayah khususnya pemerintah daerah untuk mendapat dukungan maksimal dalam membangun sinergi yang kuat dalam prinsip kebersamaan anggota DPD guna menentukan segala bentuk arah kebijakan dan tujuan yang lebih baik bagi kinerja kelembagaan DPD ke depan.

3. Sepakat membangun konsolidasi anggota DPD RI Terpilih 2019-2024, dalam mewujudkan rencana strategis peningkatan kewenangan peran fungsi anggota DPD yang lebih baik, bermuruah dan bermartabat, dengan mendorong prinsip kebersamaan serta menghilangkan segala bentuk kapitalisasi peran fungsi tugas DPD hanya untuk kepentingan segolongan.

4. Mewujudkan peran kepeminpinan DPD RI sebagai motor pengerak institusi kelembagaan yang mampu membangun komunikasi politik yang lebih baik , bermuruah dan bermartabat dengan melaksanakan kepemimpinan kolektif kolegial yang membutuhkan peran tokoh pemimpin yang berpengalaman dalam kelembagaan DPD, memiliki jaringan kekuatan politik, memiliki integritas, kemampuan serta dapat diterima dan terpercaya oleh berbagai kalangan kepentingan politik bangsa.

5. Memperkuat pondasi utama tugas, fungsi dan kewenangan DPD sebagai lembaga representasi daerah yang menjadi perekat kesatuan dan persatuan bangsa dengan merajut Ke-Indonesian kita dalam kebhinekaan yang harmonis, dengan mengutamakan kesetaran pembangunan daerah yang merata yang terintegrasi dengan pembangunan nasional.

6. Mendobrak kultur pesimistis dalam segala bentuk upaya proses penguatan peran, fungsi , tugas-tugas dan kewenangan lembaga DPD, bertitik tolok pada kreativitas politik kelembagaaan , inovasi berbagai ide pemikiran anggota DPD, bersama seluruh elemen rakyat untuk menyempurnakan sistem demokratisasi parlemen di Indonesia.

7. Memperkuat tata kelola hubungan kerja antarkelembagaan DPD/MPR/DPR dan lembaga negara lainya dalam tatalaksana konstitusi kelembagaan negara pada sistem ketatanegaaran Republik Indonesia yang dapat mewujudkan bikameral sistem yang lebih efektif dan terpercaya dengan tetap mengupayakan keniscayaan amandemen UUD 1945.

Para anggota DPD yang hadir dalam diskusi adalah Gusti Kanjeng Ratu Hemas, Mahyudin, H Ajiep Padindang, Abdul Rachman Thaha, Lily Amelia Salurapa, HMZ Amirul Tamim, M Sanusi Rahaningmas, Hasan Basri, Bambang Santoso, Anna Latuconsina, Otopianus P Tebai, Helina Murib, Ruben Uamang, Pdt Yance Samonsabra, Ajbar Zainal Arifin, dr Asyera RA Wundalero, TGH Ibnu Halil, Evi Apita Maya, Maya Rumantir.



Sumber: Suara Pembaruan