Konfercab PDIP Surabaya Berakhir, Keputusan DPP Tak Berubah

Konfercab PDIP Surabaya Berakhir, Keputusan DPP Tak Berubah
Adi Sutarwijono ( Foto: Istimewa )
Aries Sudiono / JAS Rabu, 17 Juli 2019 | 08:44 WIB

Surabaya, Beritasatu.com - Keputusan DPP PDI Perjuangan atas penunjukan dan pengangkatan Wakil Ketua DPC PDIP Surabaya Adi Sutarwijono sebagai ketua DPC oleh Ketua Umum DPP PDIP Megawati Soekarnoputri dan Sekjen Hasto Kristyanto untuk periode 2019-2024 tidak berubah.

Karenanya, pada pelaksanaan Konferensi Cabang (Konfercab) lanjutan di DPD PDIP Jatim, Awi panggilan akrab Adi Sutarwijono resmi dikukuhkan sebagai ketua DPC untuk lima tahun ke depan. Demikian pula dengan Baktiono dan Taru Sasmito masing-masing dikukuhkan sebagai sekretaris dan bendahara DPC PDIP Surabaya yang baru.

Kepastian penetapan Adi Sutarwijono, Baktiono dan Taru Sasmito itu disampaikan Ketua DPP PDIP Djarot Saiful Hidayat, seusai Konfercab Lanjutan, di Surabaya, Selasa (16/7/2019) malam sekitar pukul 22.30 WIB. Menurut Djarot yang mantan Wagub DKI Jakarta dan Wali Kota Blitar itu pengurus inti DPC PDIP Surabaya tersebut sudah dilantik, semalam.

“(Pengurus DPC PDIP Surabaya) Sudah selesai. Sudah dilantik. Tadi Pak Adi Sutarwijono (ketua), Pak Baktiono (sekretaris) dan Pak Taru Sasmito (bendahara), sudah dilantik,” ujar Djarot yang mantan dosen Universitas 17 Agustus (Untag) Surabaya itu.

Djarot menyatakan bersyukur karena tidak ada gejolak pada konfercab lanjutan Surabaya karena para Pengurus Anak Cabang (PAC) yang semula menolak, malam itu bisa menerima semua yang telah menjadi keputusan DPP.

Hal ini, menurut Djarot, sebagai realisasi dari Peraturan Partai (PP) Nomor 28 Tahun 2019 tentang konsolidasi PDIP melalui pembentukan DPC-DPD menjelang pelaksanaan Kongres PDIP ke V mendatang.

Djarot menyatakan suka dengan dinamika pengurus PAC di Surabaya yang dinilainya bicara secara blak-blakan (jika menyatakan sikap) di depan. Namun sesudah diberi penjelasan latar belakang lahirnya PP (Nomor 28/2019), maka semua pengurus menyatakan bisa memahami dan mendukungnya.

“Saya suka. Inilah dinamika Surabaya. Biasa bicara blak-blakan. Surabaya itu ngomong-nya di depan. Tetapi setelah semua diberi penjelasan, diberi pemahaman (tentang latar belakang lahirnya PP No. 28/2019) dengan semangat musyawarah untuk mufakat, selesai,” ujar Djarot lagi.

Selain itu Djarot atas nama DPP juga menyatakan bangga dengan kebesaran hati Whisnu Sakti Buana yang dilengserkan dari kursi ketua DPC PDIP Surabaya dan menyatakan menerima keputusan DPP PDIP.

Whisnu menyampaikan bahwa dirinya siap ditugaskan atau tidak ditugaskan oleh partai. Dengan tuntasnya Konfercab Lanjutan DPC PDIP Surabaya, maka kini siap menghadapi Konferda DPD PDIP Jatim 27 Juli nanti, maupun Kongres PDIP pada Agustus mendatang.

Pada bagian lain Djarot juga menambahkan, untuk Konferda DPC PDIP Banyuwangi dan Bojonegoro yang juga bermasalah, akan diselesaikan pada Kamis (18/7/2019) dan atau Jumat (19/7/2019). Sebagaimana diberitakan, penunjukan Adi Sutarwijono sebagai Ketua DPC PDIP Surabaya pada Konfercab, Minggu (14/7/2019) yang lalu diprotes 28 dari 31 PAC sehingga konferensi harus diskorsi.

Mereka menolak keputusan DPP dan meminta Whisnu Buana Sakti dikukuhkan kembali sebagai ketua DPC PDIP untuk periode yang ketiga kalinya. Protes ini memaksa DPP menunda penetapan kepengurusan DPC Surabaya untuk masa bakti lima tahun ke depan. DPP PDIP pun mengutus Djarot Saiful Hidayat untuk memimpin konfercab lanjutan di kantor DPD PDIP Jatim di Surabaya.



Sumber: Suara Pembaruan