Kemsos Salurkan Bantuan Rp 1,39 M untuk Korban Gempa Halmahera Selatan

Kemsos Salurkan Bantuan Rp 1,39 M untuk Korban Gempa Halmahera Selatan
Petugas mendistribusikan bantuan kapada warga yang tinggal di tenda darurat Desa Yomen, Kepulauan Joronga, Halmahera Selatan, Maluku Utara, Selasa (16/7/2019). Sebagian besar bangunan di kawasan tersebut rusak akibat gempa yang terjadi Minggu, 14 Juli 2019. ( Foto: ANTARA FOTO / Abdul Fatah )
Novy Lumanauw / JAS Rabu, 17 Juli 2019 | 08:56 WIB

Saketa, Beritasatu.com - Kementerian Sosial menyalurkan bantuan sebesar Rp 1,39 miliar rupiah kepada korban gempa di Maluku Utara. Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos Harry Hikmat melalui keterangan tertulis yang diterima Beritasatu.com mengatakan, bantuan tersebut didistribusikan langsung ke daerah-daerah terdampak di sembilan desa.

Kesembilan desa itu yakni Ranga-Ranga, Gane Dalam, Gane Luar, Gaimu, Kuwo, Liaro, Tomara, Tanjung Jere, dan Lemo Lemo.

"Sesuai arahan Presiden Jokowi penanganan korban bencana alam harus secepatnya. Kemensos langsung memberikan bantuan berupa beras, lauk pauk, tenda dan santunan bagi korban yang meninggal dunia. Tercatat sebanyak bangunan yang rusak di sembilan desa itu sebanyak 971 unit," kata Harry di saat meninjau lokasi terparah di Desa Gane Dalam, Kabupaten Halmahera, pada Rabu (17/7).

Bangunan roboh akibat gempa di Kabupaten Halmahera Selatan.

Harry menambahkan, besaran santunan untuk 6 korban meninggal masing-masing sebesar Rp 15 juta. Keenam korban itu, antara lain Aisyah umur 54 tahun, warga Desa Ranga-Ranga Kecamatan Gane Barat Selatan, Aspar Mukmat (20 tahun, warga Desa Gane Dalam Kecamatan Gane Timur Selatan), Sagaf Girato ( 50 tahun, warga Desa Yomen Kec. Joronga), Aina Amin (50 tahun, warga Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan), Wiji Siang (60 tahun, warga Desa Gane Luar, Kecamatan Gane Timur Selatan), Saimah (90 tahun, warga Nyonyifi, Kecamatan Bacan Timur).

Tagana Tembus Lokasi Tersulit

Sulitnya jalur menuju lokasi titik gempa di desa Gane Luar tidak menyurutkan tim bantuan kementerian sosial terdiri dari Teruna Siaga Bencana, Pendamping PKH, dan pilar sosial lainnya untuk mencapai desa itu.

Tim bantuan Kementerian Sosial dipimpin langsung Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemsos Harry Hikmat.

Harry menjelaskan untuk bisa mencapai desa Gane Luar sebagai daerah terparah karena gempa tersebut tim bantuan Kemsos harus menempuh perjalanan selama 10 jam perjalanan dari Kota Ternate.

“Untuk bisa mencapai desa ini kami harus menggunakan speedboat selama 1 jam perjalanan menuju pelabuhan Sofifi. Dari Sofifi kita dilanjutkan menggunakan kendaraan selama 5 jam menuju Desa Matuting. Sesampai di Desa Matuting perjalanan kami lanjutkan lagi menggunakan sepeda motor selama lebih dari 2 jam. Pemilihan sepeda motor tersebut dikarenakan akses menuju kedua desa itu rusak akibat gempa,” kata Harry.

Rumah rusak akibat gempa di Kabupaten Halmahera Selatan.

Minimnya transportasi juga menjadi kendala penyaluran bantuan hingga daerah tersulit. "Untuk bisa mencapai kedua desa terparah transportasi satu-satunya adalah dengan menggunakan sepeda motor. Ada juga melalui laut tetapi dengan kondisi cuaca yang tidak menentu saat ini sangat berisiko bagi penyaluran logistik bantuan," imbuhnya.

Harry menambahkan, dampak gempa yang terjadi pada hari minggu lalu telah menyebabkan rumah rusak sebanyak 971 unit dan 3.104 jiwa terpaksa harus mengungsi karena masih mengalami trauma.

“Terdapat 15 titik pengungsian, yaitu Kantor BPBD Halmahera Selatan, Dinas Pariwisata Kabupaten Halmahera Selatan, Polres Kabupaten Halmahera Selatan, Masjid Raya, Kantor LP Halsel, SMEA Amasing, Gunung Bobebo dan sisanya berada di lokasi Kecamatan Gane Barat dan Timur. Pemerintah akan berusaha memenuhi segala kebutuhan mereka yang mengungsi,” kata Harry.

Rencananya Menteri Sosial Agus Gumiwang Kartasasmita akan meninjau langsung pengungsi di desa Gane Dalam pada hari Kamis (18/7/2019) dengan menggunakan helikopter milik TNI dari Pulau Bacan.



Sumber: Investor Daily