KPK Pantau Pelesiran RJ Lino ke Luar Negeri
Logo BeritaSatu
INDEX

AGRI 1577 (0)   |   BASIC-IND 938 (0)   |   BISNIS-27 477 (-5)   |   COMPOSITE 5975 (-53)   |   CONSUMER 1621 (0)   |   DBX 1411 (-16)   |   FINANCE 1361 (0)   |   I-GRADE 166 (-1)   |   IDX30 471 (-4)   |   IDX80 128 (-1)   |   IDXBASIC 1248 (-11)   |   IDXBUMN20 358 (-2)   |   IDXCYCLIC 736 (-3)   |   IDXENERGY 747 (1)   |   IDXESGL 129 (-1)   |   IDXFINANCE 1325 (-12)   |   IDXG30 135 (-1)   |   IDXHEALTH 1296 (-14)   |   IDXHIDIV20 416 (-3)   |   IDXINDUST 956 (-21)   |   IDXINFRA 871 (-0)   |   IDXMESBUMN 102 (-0)   |   IDXNONCYC 740 (-6)   |   IDXPROPERT 877 (-12)   |   IDXQ30 135 (-1)   |   IDXSMC-COM 282 (-1)   |   IDXSMC-LIQ 337 (-1)   |   IDXTECHNO 3348 (-40)   |   IDXTRANS 1056 (-1)   |   IDXV30 127 (-1)   |   INFOBANK15 952 (-11)   |   INFRASTRUC 1036 (0)   |   Investor33 406 (-3)   |   ISSI 176 (-1)   |   JII 577 (-4)   |   JII70 205 (-1)   |   KOMPAS100 1130 (-11)   |   LQ45 888 (-8)   |   MANUFACTUR 1250 (0)   |   MBX 1590 (-13)   |   MINING 1939 (0)   |   MISC-IND 1036 (0)   |   MNC36 301 (-2)   |   PEFINDO25 297 (-3)   |   PROPERTY 351 (0)   |   SMinfra18 295 (-1)   |   SRI-KEHATI 340 (-3)   |   TRADE 872 (0)   |  

KPK Pantau Pelesiran RJ Lino ke Luar Negeri

Rabu, 17 Juli 2019 | 12:27 WIB
Oleh : Fana Suparman / FMB

Jakarta, Beritasatu.com - Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) memastikan terus memantau keberadaan tersangka kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit Quay Container Crane (QCC) di Pelindo II Richard Joost Lino yang kedapatan tengah pelesiran ke luar negeri.

Dalam sebuah foto yang diunggah akun instagram milik politikus Partai Gerindra Heri Gunawan (@herigunawan88), Lino kedapatan pergi ke luar negeri bersama sejumlah politikus. Dalam foto yang diunggah pada 6 Juli 2019 itu, Lino terlihat sedang berada di dalam sebuah pesawat bersama Heri Gunawan, politikus Partai Golkar Misbakhun, politikus Nasdem Akbar Faisal dan politikus PKS Aboe Bakar Al Habsyi. Terdapat keterangan lokasi di unggahan itu yang tertulis mereka tengah berada di Dubai International.

Jubir KPK, Febri Diansyah memastikan pihaknya sudah mengetahui keberadaan Lino. KPK memastikan akan memanggil dan memeriksa mantan Dirut PT Pelindo II itu sebagai tersangka jika dibutuhkan.

"KPK pasti tahu dan jika diperlukan pemeriksaan sebagai tersangka, akan dilakukan pemanggilan. Tapi sekarang fokus kami adalah pemeriksaan sebagai saksi dulu terhadap pihak-pihak lain," kata Febri di Gedung KPK, Jakarta, Selasa (16/7/2019) malam.

Diketahui, KPK sempat meminta Ditjen Imigrasi Kemkumham untuk mencegah RJ Lino bepergian ke luar negeri pada akhir Desember 2015 silam atau setelah ditetapkan sebagai tersangka dugaan korupsi pengadaan tiga unit QCC di Pelindo II. Namun, masa pencegahan terhadap seseorang, termasuk tersangka seperti RJ Lino hanya berlaku enam bulan dan hanya dapat diperpanjang satu kali selama enam bulan. Untuk itu, Febri mengakui, KPK tidak memiliki kewenangan untuk melarang kembali RJ Lino bepergian ke luar negeri, meskipun saat ini statusnya masih tersangka.

"Yang pasti begini, pelarangan ke luar negeri itu ada batas waktunya. Batas waktunya adalah enam bulan dan diperpanjang selama enam bulan. Kalau lebih dari itu, tentu KPK tidak bisa memaksakan pelarangan," kata Febri.

Meski demikian, KPK memastikan masih terus mengusut kasus dugaan korupsi pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II yang menjerat Lino. Febri mengatakan, saat ini, pihaknya fokus memeriksa sejumlah saksi dan mematangkan perhitungan kerugian negara yang diakibatkan dari kasus korupsi tersebut.

"Fokus KPK pada kasus ini adalah melakukan pendalaman-pendalaman pemeriksaan saksi-saksi sekaligus juga untuk kebutuhan perhitungan kerugian keuangan negara," katanya.

KPK menunjukkan hal tersebut dengan menjadwalkan memeriksa Surveyor PT Lloyd's Register Indonesia bernama Bujang Maromi. Pemeriksaan terhadap Bujang dilakukan penyidik untuk melengkapi berkas penyidikan RJ Lino.

"Yang bersangkutan diperiksa sebagai saksi untuk tersangka RJL (RJ Lino)," kata Febri.

Diberitakan KPK menyangka Lino telah melawan hukum dan menyalahgunakan wewenangnya sebagai Dirut PT Pelindo II untuk memperkaya diri sendiri, orang lain dan atau korporasi dengan memerintahkan penunjukan langsung perusahaan asal Tiongkok, HDHM sebagai pelaksana proyek pengadaan tiga unit QCC di PT Pelindo II.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Kemanunggalan TNI dengan Rakyat Urat Nadi Pertahanan Negara

Harus disadari bahwa TNI berasal dari rakyat, berjuang bersama-sama rakyat,dan demi kepentingan rakyat

NASIONAL | 17 Juli 2019

Gempa di Bali, Kerusakan Terparah di Kabupten Badung

Kerusakan terparah terjadi di Kabupaten Badung yakni di 23 titik.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Kopi Arabica PTPN XII Sudah Diekspor ke AS, Eropa hingga Arab Saudi

Kualitas kopi Arabica milik PTPN XII ini sangat bagus, dan diminati pasar luar negeri, namun belum menjadi fokus bisnis perseroan.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Pembangunan Terhenti, Begini Nasib Waduk Rorotan

Pembangunan Waduk Rorotan Terhenti selama hampir satu tahun

NASIONAL | 17 Juli 2019

Kemenkumham Bersama Pemprov Yogyakarta Lindungi Kekayaan Intelektual Komunal

ementerian Hukum dan Hak Asasi Manusia (Kemenkumham) melakukanpenandatanganan nota kesepakatan dengan Pemerintah Provinsi

NASIONAL | 17 Juli 2019

BNPB Sosialisasikan Penanggulangan Bencana di Kawasan Rawan Gempa

Tim Ekspedisi Destana BNPB Sosialisasi penanggulangan tsunami kepada masyarakat

NASIONAL | 17 Juli 2019

Kasus SKL BLBI, Mantan Pejabat BPPN Sebut Sjamsul Tak Layak Dapat RnD

Keterangan tersebut mempertajam bukti yang dimiliki KPK terkait peran dan tindak pidana yang diduga dilakukan Sjamsul dan istrinya.

NASIONAL | 17 Juli 2019

Nurdin Basirun Diduga Terima Gratifikasi Miliaran Rupiah Terkait Perizinan di Kepri

KPK masih enggan mengungkap perizinan yang menjadi bancakan Nurdin untuk menerima gratifikasi.

NASIONAL | 17 Juli 2019

KPK Minta Polri Jelaskan Penyiram Air Keras Terhadap Novel Baswedan

KPK meminta Polri menjelaskan pelaku penyiraman air keras terhadap Novel Baswedan

NASIONAL | 17 Juli 2019

Ketua KPK Berharap Kasus Novel Baswedan Selesai di Periode Kedua Jokowi

"Salah satunya bagaimana menyelesaikan kasus Novel Baswedan, kami berharap ada perhatian," kata Agus.

NASIONAL | 17 Juli 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS