Pemda Diminta Dorong Ketersediaan Muatan Balik Tol Laut

Pemda Diminta Dorong Ketersediaan Muatan Balik Tol Laut
Menteri Perhubungan Budi Karya Sumadi menyalami pemudik yang menggunakan kereta api. ( Foto: Istimewa )
Thresa Sandra Desfika / YUD Rabu, 17 Juli 2019 | 16:11 WIB

Jakarta, Beritasatu.com  - Kementerian Perhubungan (Kemhub) mengharapkan pemerintah daerah (pemda) lebih aktif lagi dalam mendorong masyarakat memanfaatkan kapal-kapal tol laut yang melintas ke daerahnya. Hal ini guna meningkatkan muatan balik kapal tol laut, terutama dari timur ke barat.

Menteri Perhubungan (Menhub) Budi Karya Sumadi menjelaskan, program tol laut diadakan pemerintah guna mengatasi disparitas harga, khususnya antara barat dan timur, dengan menyediakan pelayanan angkutan laut barang berjadwal.

"Indonesia timur masih belum punya kesempatan melakukan kegiatan secara maksimal. Karenanya, ada stimulus bagi daerah tersebut mengurangi disparitas harga termasuk 9 bahan pokok dengan tol laut yang sudah lebih dari 24 pelabuhan dan ada kegiatan feeder di beberapa pelabuhan lainnya," terang Budi Karya dalam Focus Group Discussion (FGD) Suara Pembaruan dan Dewan Perwakilan Daerah (DPD) bertema Optimalisasi Negara Maritim dalam Pembangunan Daerah di Jakarta, Rabu (17/7/2019).

Namun, dia menyebutkan, keandalan program tol laut juga harus didorong dengan ketersediaan muatan balik yang disiapkan di daerah. Maka dari itu, pihaknya mengharapkan peran pemda dan tokoh daerah setempat untuk mendorong masyarakatnya memanfaatkan kapal tol laut guna mengirim barang ke wilayah barat.

"Apa yang kita lakukan tidak mungkin dilakukan pemerintah pusat saja. Sangat efektif pemda, juga tokoh daerah ikut serta mendorong. Saya banyak dapat tawaran ikan-ikan di Biak luar biasa tetapi kesulitan bawa ke Jakarta dengan pengangkutan. Maka bisa dimanfaatkan adanya tol laut," sebut Budi Karya.

Budi menyebutkan, tol laut sudah berdampak positif di beberapa titik dengan penurunan harga-harga barang kebutuhan sekitar 20-30%. Akan tetapi, dia mengakui beberapa daerah belum dapat merasakan manfaat tol laut secara signifikan karena adanya spekulan barang. "Ini memang tidak mudah, tetap kita harus bisa mengatasi semua itu," ungkap Budi.

Saat ini, Kemenhub menyelenggarakan tol laut untuk 18 trayek tol laut yang 6 trayeknya dioperasikan PT Pelni, 2 trayek oleh PT ASDP, 3 trayek oleh Djakarta Lloyd, dan 7 trayek dilayani operator pelayaran swasta melalui proses pelelangan.

Budi Karya menyebutkan, program tol laut ini juga didukung dengan pengadaan kegiatan angkutan laut keperintisan sebanyak 113 trayek, angkutan penyeberangan perintis sebanyak 228 lintas, serta program kapal ternak.

"Pemerintah berusaha melakukan upaya bagaimana konektivutas bertambah baik dan beri makna kesatuan Indonesia," kata Budi Karya.



Sumber: BeritaSatu.com