TGPF: Novel Baswedan Diduga Gunakan Kewenangan Berlebihan

TGPF: Novel Baswedan Diduga Gunakan Kewenangan Berlebihan
Juru Bicara TGPF Nurcholis (kanan) ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Rabu, 17 Juli 2019 | 17:34 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tim Gabungan Pencari Fakta (TGPF) kasus penyerangan terhadap penyidik senior KPK Novel Baswedan mengumumkan hasil investigasi mereka selama enam bulan lebih.

Juru Bicara TGPF Nurcholis mengatakan, penyerangan terhadap Novel diduga sebagai bentuk balas dendam atas penanganan kasus yang dilakukan Novel.

"TGPF menemukan fakta bahwa terdapat probabilitas dari kasus yang ditangani oleh korban yang berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam akibat adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan atau excessive use of power," kata Nurcholis saat membacakan hasil investigasi TGPF Novel Baswedan di Mabes Polri, Jakarta Selasa (17/7/2019).

Menurut Nurcholis, penyerangan terhadap Novel tidak terkait dengan masalah pribadi.

"Dari pola penyerangan dan keterangan saksi korban TGPF meyakini bahwa serangan tersebut tidak terkait masalah pribadi tetapi lebih diyakini berhubungan dengan pekerjaan korban," ujar Nurcholis.

Karena itu TGPF, kata Murcholis, merekomendasikan kepada Kapolri untuk melakukan pendalaman terhadap probabilitas motif sekurang-kurangnya 6 kasus high profile yang ditangani oleh korban.

Nurcholis mengungkapkan, enam kasus high profile yang telah ditangani TGPF, mulai dari kasus e-KTP hingga kasus yang yang tidak dalam penanganan KPK namun memiliki potensi terlibat penyerangan terhadap Novel.

"TGPF meyakini kasus-kasus tersebut berpotensi menimbulkan serangan balik atau balas dendam karena adanya dugaan penggunaan kewenangan secara berlebihan," ucap Nurcholis.



Sumber: BeritaSatu TV