Polresta Solo Bekuk Pengoplos Gas Elpiji 3 Kg

Polresta Solo Bekuk Pengoplos Gas Elpiji 3 Kg
Polresta Solo berhasil membekuk pelaku pengoplosan tabung gas elpiji berinisial DW warga Jagalan, Jebres, Solo. ( Foto: Beritasatu TV )
Aichi Halik / AHL Rabu, 17 Juli 2019 | 21:37 WIB

Solo, Beritasatu.com - Polresta Solo berhasil membekuk pelaku pengoplosan tabung gas elpiji berinisial DW warga Jagalan, Jebres, Solo.

Kapolresta Solo Kombes Pol Ribut Hari Wibowo mengatakan, petugas mengamankan barang bukti baik tabung gas dan juga alat sebagai sarana pengoplosan, termasuk dua unit kendaraan yang berisi gas oplosan siap edar.

"Selain mengamankan tersangka, kita juga amankan ratusan tabung elpiji berbagai ukuran yang digunakan untuk mengoplos gas, dan beberapa barang bukti lainnya, " kata Ribut di Mapolresta Solo, Rabu (17/7/2019).

Menurut Ribut, kasus gas oplosan tersebut terbongkar karena kecurigaan adanya kelangkaan gas elpiji di pasaran beberapa waktu terakhir. Melihat kelangkaan gas semakin sering terjadi petugas Kepolisian melakukan penyelidikan di wilayah Jebres.

"Memang sering terjadi kelangkaan tabung gas elpiji 3 kg di wilayah Jebres," ujar Ribut.

Modus yang digunakan oleh pelaku pengoplosan ini, lanjut Ribut, dengan mempergunakan 4 tabung gas ukuran 3 kilo dioplos (dimasukkan) ke dalam tabung gas 12 kilo.

Pelaku pengoplosan ini mampu mengantongi keuntungan sebesar Rp 25 ribu dari setiap penjualan 1 tabung gas ukuran 12 kilo.

Keterangan dari pelaku, dalam sehari membutuhkan sekitar 200 tabung gas ukuran 3 kilo untuk melakukan pengoplosan ke tabung 12 kilo.

"Pelaku akan dijerat dengan beberapa pasal diantarnya Pasal 53 UURI No 22 tahun 2001 tentang Minyak dan Gas Bumi," pungkas Ribut.



Sumber: BeritaSatu TV