Krisis Air Bersih Meluas, Ratusan Sumur Warga Muarojambi Kering

Krisis Air Bersih Meluas, Ratusan Sumur Warga Muarojambi Kering
Ilustrasi penyaluran bantuan air bersih. ( Foto: Beritasatu Photo / Mikael Niman )
Radesman Saragih / JEM Kamis, 18 Juli 2019 | 15:48 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Krisis air bersih di Kecamatan Mestong, Kabupaten Muarojambi, Provinsi Jambi meluas menyusul tidak turunnya hujan selama musim kemarau sejak Juni yang berdampak pada keringnya ratusan sumur warga. Keringnya air sumur warga yang menjadi sumber air bersih di Kecamatan Mestong yang sudah terjadi sekitar dua pekan terakhir menyebabkan warga terpaksa membeli air.

Pantauan Suara Pembaruan di Desa Pondokmeja, Kecamatan Mestong, Muarojambi, Kamis (18/7/2019), sumur – sumur warga kering akibat curah hujan yang berkurang drastis di daerah itu selama dua bulan terakhir. Untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga Desa Pondokmeja terpaksa membeli air.

Rizki (45), warga Desa Pondokmeja, Kecamatan Mestong, Muarojambi mengatakan, keluarganya sudah satu bulan membeli air bersih akibat air sumur mereka kering. Sebagian besar sumur warga di desa itu kering karena lokasi permukiman mereka berada di daerah perbukitan. Sedangkan jaringan pipa air minum perusahaan air minum belum menangkau desa mereka.

“Untuk memenuhi kebutuhan air minum dan memasak, warga desa rata-rata membeli air isi ulang. Sedangkan untuk kebutuhan mandi dan mencuci warga desa membeli air dari pedagang air yang menggunakan mobil tangki atau galon besar,”katanya.

Sementara itu Listy (50), warga Desa Pondokmeja lainnya, mengatakan, sumur mereka sudah kering sejak akhir Juni lalu. Kalau sumur tersebut ditimba yang dapat hanya lumpur.

“Sumur kami cepat kering karena lokasi tempat tinggal kami di daerah tinggi. Kemarau dua pekan saja, air sumur biasanya langsung kering. Apalagi saat ini, kemarau sudah lebih satu bulan. Air sumur tak ada lagi, tinggal lumpur yang ada,”katanya.

Menurut Listy, untuk mendapatkan air bersih, warga Pondokmeja terpaksa membeli air dari pedagang air. Distribusi bantuan air perusahaan daerah air minum (PDAM) Muarojambi tidak sampai ke Desa Pondokmeja karena jaraknya jauh dari Sengeti, Ibukota Kabupaten Muarojambi.

“Distribusi bantuan air dari PDAM Muarojambi tidak pernah sampai ke sini karena jarak yang terlalu jauh. Sedangkan distribusi air PDAM Kota Jambi juga tidak pernah sampai ke desa kami karena bukan wilayah Kota Jambi. Jadi kami terpaksa membeli air bersih dari pedagang air,”katanya.

Dikatakan, harga air bersih yang dijual pedagang air dari Kota Jambi di Desa Pondokmeja rata-rata Rp 60/liter. Pembelian air bersih minimal satu galon kapasitas 1.000 liter dengan harga Rp 60.000/galon.

“Kalau membeli air bersih untuk kebutuhan konsumsi, air minum dan memasak, kami membeli air isi ulang dengan harga Rp 10.000/galon kapasitas 15 liter,”katanya.

Krisis air bersih akibat sumur kering di musim kemarau saat ini juga terjadi di Desa Tempino, Mestong Muarojambi. Banyaknya sumur warga di Tempino kering karena lokasi permukiman warga berada di daerah perbukitan.

Arman (35), warga Desa Tempino mengatakan, untuk memenuhi kebutuhan air bersih, warga desa itu membeli air dari pemilik sumur bor yang ada di desa itu. Sebagian warga membeli air minum dari perusahaan air dari Kota Jambi.



Sumber: Suara Pembaruan