Ketua KPU Ungkap Penyimpangan Pemilu Legislatif di Mamberamo Tengah

Ketua KPU Ungkap Penyimpangan Pemilu Legislatif di Mamberamo Tengah
Ketua KPU Kabupaten Memberamo Tengah, Provinsi Papua, Engel Pagawak. ( Foto: Istimewa )
Jeis Montesori / JEM Kamis, 18 Juli 2019 | 16:00 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Ketua KPU Kabupaten Mamberamo Tengah, Provinsi Papua, Engel Pagawak melapor ke KPU RI terkait tekanan terhadap komisioner KPU Mamberamo Tengah oleh penguasa daerah. Engel Pegawak juga mengklarifikasi bahwa caleg memenangkan Pemilu Legislatif 2019 di Distrik Kalila, Mamberamo Tengah pada 17 April 2019 adalah Berius Kogoya (Partai Demokrat) dan Mendika Soa (PDIP).

Hal ini disampaikan oleh Ketua KPUD Kabupaten Mamberamo Tengah Engel Pagawak seusai melaporkan masalah ini ke KPU RI, Kamis (18/7/2019).

Laporan tertulis yang disampaikan Engel Pagawak ditandatangani tiga komisioner yakni Engel Pegawai selaku ketua KPU Mamberamo Tengah serta Yasin Penggu dan Simon Yigi Balon selaku anggota KPU Mamberamo Tengah.

Engel Pagawak mengatakan ada tekanan dan desakan yang begitu kuat menyebabkan sejumlah komisioner KPU Mamberamo Tengah dipaksa melakukan tindakan yang menyalahi pakta integritas sebagai penyelenggara pemilu yang independen.

“Anggota KPU Mamberamo Tengah yang berjumlah lima orang, sebagian mengalami tekanan yang luar biasa hebat. Ada buktinya terkait tekanan-tekanan itu,” kata Engel Pegawak.

Ia memperlihatkan sejumlah bukti atas tekanan-tekanan itu dan semuanya sudah dilaporkan ke KPU RI yang ditembuskan ke Partai Demokrat dan PDIP yang menggugat hasil pileg di Mamberamo Raya.

Semestinya, kata Engel Pegawak, bila tanpa tekanan berat yang menimpa komisioner, maka caleg dari dua partai tersebut yakni Berius Kogoya dan Mendika Soa, adalah pemenang pileg bahkan menempati urutan pertama.

Karena itu, dalam surat ke KPU RI, Engel Pagawak meminta lembaga itu dapat memutuskan kemenangan ada di pihak Berius Kogoya dan Mendika Soa yang meraih suara terbanyak.

Engel Pagawak menjelaskan, dalam penyelenggaraan pemilu legislatif di dapil 3 Distrik Kalila, Mamberamo Tengah, yang kemudian diplenokan pada tanggal 23 April 2019, menyatakan hasil rekakpitulasi perolehan suara Berius Kogoya dan Mendika Soa berjalan dengan baik sesuai data C1 hologram.

“Akan tetapi dokumen DA1 yang dikeluarkan oleh KPU tidak sesuai dengan rekapitulasi (C1 hologram) yang dibacakan oleh Panitia Pemilihan Distrik (PPD) Kelila pada tanggal 23 April 2019,” katanya.

Dia menyebutkan Berius Kogoya meraih 1.281 suara (suara terbanyak) sedangkan Mendika Soa meraih 1.010 suara sesuai dengan dokumen C1 hologram.

“Namun perolehan suara itu terjadi pergeseran peringkat pada dokumen DA1 dan DB1 yang diduga melibatkan oknum anggota komisioner KPU Mamberamo Raya,” kata Engel Pagawak.

Menurutnya, Mendika Soa yang meraih 1.010 suara adalah berhak lolos ke DPRD Mamberamo Tengah. “Akan tetapi terjadi pengurangan suara yang dilakukan oknum komisioner KPU kabupaten, sehingga jumlah suaranya hanya tinggal 971 suara atau hilang 39 suara,” jelas Engel Pagawak.

Untuk kedua permasalahan tersebut, Berius Kogoya dan Mendika Soa sudah mengajukan gugatan perselihan hasil pemilihan umum (PHPU) ke Mahkamah Konstitusi (MK).

Engel Pagawak mengatakan, tekanan terhadap komisioner KPU Mamberamo Tengah melibatkan penguasa daerah. “Saya sebagai ketua KPU Membramo Tengah ingin memberikan klarifikasi bahwa kedua penggugat itu, Berius Kogoya dan Mendika Soa adalah yang menang dalam pemilihan legislatif di Mamberamo Tengah,” tegasnya.

Ia menjelaskan bahwa tekanan dan intimidasi penguasa daerah dan permainan oleh oknum komisioner KPU Mamberamo Tengah berdampak cukup luas di masyarakat.

Engel Pagawak sangat khawatir masalah ini bisa menyebabkan konflik horizontal di Membramo Tengah. Tekanan-tekanan semacam ini, sebutnya, sekarang ini sedang sangat memanas dan bisa menjurus ke konflik yang berkepanjangan di daerah sebutnya.

“Itu sebabnya saya datang ke Jakarta untuk menyampaikan hal ini supaya pihak-pihak terkait terutama MK dan KPU Pusat agar dapat memperhatikan masalah yang ada di kabupaten dan supaya dapat memutuskan dengan benar seperti apa yang saya sampaikan ini,” tegasnya.



Sumber: Suara Pembaruan