Gubernur Jambi Instruksikan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan

Gubernur Jambi Instruksikan Tindak Tegas Pelaku Pembakaran Hutan dan Lahan
Gubernur Jambi Fachrori Umar (kanan) didampingi Kapolda Jambi Irjen Pol Muchlis AS (kiri) menikmati suasana dalam bus pada pencanangan Angkutan Mudik Lebaran 2019 di Terminal Alam Barajo, Kota Jambi, Selasa 28 Mei 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Radesman Saragih )
Radesman Saragih / CAH Jumat, 19 Juli 2019 | 07:55 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Gubernur Jambi, Fachrori Umar meminta aparat keamanan menindak tegas para pelaku pembakaran hutan dan lahan di Jambi. Tindakan tegas tersebut penting mencegah munculnya spekulasi kalangan pengusaha dan petani melakukan pembakaran untuk pembukaan maupun pembersihan lahan.

"Kami telah melakukan beberapa upaya penanganan kebakaran hutan dan lahan (karhutla) menindaklanjuti arahan Presiden mengenai pencegahan karhutla. Kami dengan tegas memberikan sanksi pidana bagi pelaku pembakaran hutan, lahan dan kebun," kata Fachrori Umar di Jambi, Jumat (19/7/2019).

Menurut Fachrori Umar, sebagian besar kasus karhutlah yang terjadi di Jambi setiap tahun berasal dari pembakaran lahan. Karena itu para pengusaha perkebunan, hutan tanaman industri (HTI), petani dan warga masyarakat di Jambi harus menghentikan pembakaran untuk pembukaan maupun pembersihan lahan.

"Saya meminta Satuan Tugas (Satgas) Penanggulangan Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Provinsi Jambi terus meningkatkan pengawasan kawasan-kawasan hutan, pertanian dan areal lainnya yang rawan terhadap kebakaran. Pengawasan tersebut harus dilakukan intensif mencegah tindakan spekulatif pembakaran hutan,” ujarnya.

Fachrori Umar mengatakan, ketika menghadiri Rapat Koordinasi Evaluasi dan Antisipasi Pengendalian Karhutla Semester I Tahun 2019 di Kota Pekanbaru, Provinsi Riau, Kamis (18/7), dirinya menyampaikan bahwa Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jambi dan seluruh pemerintah kabupaten di Jambi meningkatkan kesiagaan terhadap karhutla menghadapi musim kemarau tahun ini.

“Satgas Karhutla dan Tim Reaksi Cepat (TRC) Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) se-Provinsi Jambi kini siaga di kawasan-kawasan rawan karhutla. Puluhan titik api di Kabupaten Batanghari, Merangin, Sarolangun dan Tanjungabung Timur selama dua pekan berhasil dipadamkan melalui reaksi cepat tersebut,” jelasnya.

Dijelaskan, hingga pertengahan Juli ini, karhutla di Jambi masih bisa dikendalikan. Belum ada lokasi karhutla yang membara hingga berhari-hari dan menimbulkan penyebaran asap. Kemudian kabupaten yang menyatakan siaga karhutlah baru satu, yakni Kabupaten Batanghari. Sedangkan delapan kabupaten lainnya masih status waspada karhutlah.

Jumlah titik api yang terpantau di Jambi sejak Januari – Juli ini hanay 99 titik. Sedangkan luas areal hutan dan lahan yang terbakar hanya sekitar 72,6 hektare.

“Jumlah titik api tersebut relatif rendah dibandingkan jumlah titik api di Jambi tahun lalu yang mencapai 338 titik dan luas hutan dan lahan yang terbakar sekitar 970,16 ha. Jambi terus berusaha menekan kasus karhutlah ini agar tak sampai mencapai kondisi seperti tahun lalu,” ujarnya.



Sumber: Majalah Investor