Gubernur Sumut Panen Bawang Merah di Rumah Liang

Gubernur Sumut Panen Bawang Merah di Rumah Liang
Gubernur Sumatera Utara Edy Rahmayadi ikut memanen bawang merah saat melakukan kunjungan di Desa Liang, Kabupaten Deli Serdang, Rabu, 17 Juli 2019.   ( Foto: Istimewa )
Arnold H Sianturi / JEM Jumat, 19 Juli 2019 | 08:31 WIB

Deli Serdang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi Sumatera Utara (Pemprov Sumut) akan menjadikan Desa Liang (Rumah Liang) Pematang, Kecamatan Sinembah Tanjung Muda (STM) Hulu, sebagai sentra penanaman bawang merah di Sumut.

"Kondisi tanah di Rumah Liang ini sangat subur dan sangat mendukung untuk pengembangan bawang merah," ujar Gubernur Sumut Edy Rahmayadi saat melakukan panen raya bawang merah bersama petani di Desa Liang, Rabu (17/7/2019) petang.

Dalam kunjungan itu, Edy Rahmayadi didampingi Wakil Bupati Deliserdang, M Ali Yusuf Siregar, Pelaksana Harian Kabid Hortikultura Dinas Tanaman Pangan dan Hortikultura (TPH) Provinsi Sumut Bahruddin Siregar MM, dan Kabid Sarana Prasarana Dinas TPH Provinsi Sumut Jonni Akim Purba.

Gubernur Sumut juga menyerahkan bantuan kepada petani berupa satu unit hand tractor, lima unit hand sprayer, dan 100 kg bibit bawang merah. Bantuan ini sebagai wujud perhatian pemerintah untuk peningkatan kesejahteraan petani.

Sebelumnya, Gubernur Sumut menghibahkan lahan pertanian seluas 2 hektare untuk ditanami bawang merah, tiga ruang kelas baru, 38 unit komputer beserta servernya kepada SMKN 1 Binaan STM Hulu.

"Bantuan itu diharapkan dapat dimanfaatkan para pelajar, sehingga bisa membantu masyarakat mengembangkan pertanian Sumut, khususnya di STM Hulu," jelasnya.

Mantan Pangkostrad ini juga meminta pemerintah kabupaten maupun dinas tanaman pangan dan holtikultura untuk melakukan pembinaan terhadap para petani. Sehingga, hasil panen dari petani bawang merah semakin meningkat.

"Diperlukan pembinaan petani, peningkatan produktivitas lahan dan peralatan pendukung yang memadai serta pembentukan koperasi. Nantinya, petani bisa mendapatkan modal usaha tani dari koperasi dan tidak lagi bergantung kepada tengkulak," jelasnya.

Menurut Edy Rahmayadi, di setiap sentra pertanian seperti ini selalu ada predator, tengkulak-tengkulak, yang selalu menyusahkan perani saja. "Bayangkan ada petani harus kehilangan tanahnya karena terlilit hutang tengkulak. Kita akan dirikan koperasi biar petani-petani kita terbantu, biar mereka tak berhubungan dengan predator-predator itu,” sebutnya.

Gubernur juga mengimbau kabupaten/kota di Sumut terus mengembangkan potensi daerahnya. Kecamatan STM Hulu misalnya, selama ini kesohor dengan tanaman salak dan ke depan bertambah menjadi sentra pertanaman bawang merah. Begitu juga dengan Kabupaten Humbang Hasundutan (Humbahas) dengan kopinya dan Tanah Karo dengan sayur-mayur seperti tomat, kol dan tanaman lainnya.

"Kemarin saya ke Batubara, mereka menanam cabai merah dalam skala besar. Potensi-potensi ini harus terus kita kembangkan untuk memajukan masyarakat Sumatera Utara,” ujarnya.

Di lahan pertanaman bawang merah itu, Gubsu sempat berdialog dengan sejumlah petani yang sejak siang telah menanti kehadirannya. "Lahan yang dipanen ini milik saya pak," ujar Bahagia Tarigan yang juga Kepala Desa Rumah Liang, saat Gubernur menanyakan pemilik areal pertanaman bawang itu. Edy juga telihat serius mendengarkan penjelasan seputar budidaya bawang dari petani setempat.

"Lahan dengan ketinggian 800 an meter di atas permukaan laut ini sangat cocok bila ditanam bawang merah," papar Bahagia Tarigan. Bahagia mengklaim tidak sedikit lahan di kawasan STM Hulu yang bisa dimanfaatkan untuk pertanaman bawang merah.



Sumber: Suara Pembaruan