Pemerintah Jangan Remehkan Penghargaan untuk Benny Wenda

Pemerintah Jangan Remehkan Penghargaan untuk Benny Wenda
Frits Kamuki Bernard Ramandey ( Foto: Istimewa )
Robert Isidorus / JAI Jumat, 19 Juli 2019 | 14:51 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Pemerintah Indonesia jangan meremehkan pengharaan dari Oxford City Council atau Dewan Kota Oxford kepada Benny Wenda, karena dapat menjadi pintu masuk bagi kampanye gerakan Papua Merdeka.

“Ini tak bisa dianggap remeh temeh dan bagi saya ini pukulan telak kepada pemerintah,“ kata tokoh muda Papua, Frits Kamuki Bernard Ramandey, dalam wawancara dengan Beritasatu.com, Jumat (19/7/2019).

Menurut tokoh yang biasa disapa Frits Ramandey, proses untuk pemberian penghargaan melalui tahapan penilaian yang panjang. Penghargaan yang diberikan Oxford City Council atau Dewan Kota Oxford kepada Benny Wenda adalah penghargaan terkait perjuangannya soal ketidakadilan dan pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM).

“Ini yang Benny Wenda kerjakan soal kemanusiaan dan HAM dan itu pintu masuk Benny Wenda untuk mengkampanyekan Papua Merdeka,” ujar Frits Ramandey.

Hal-hal seperti ini harus ditanggapi oleh pemerintah terutama Kementerian Luar Negeri, dan jangan dianggap remeh atau tak ada artinya. Pasalnya, beberapa kedutaan asing kerap melakukan kunjugan rutin ke Papua untuk melakukan klarifikasi soal HAM.

Frits Ramandey mengatakan, penghargaan kepada Benny Wenda harus diwaspadai agar tidak menjadi pintu masuk kampanye gerakan Papua Merdeka.

Pemerintah RI harus mewaspadai langkah Benny Wenda, agar tidak kecolongan seperti ketika Xanana Gusmao mendapat berbagai penghargaan yang kemudian memuluskan lepasnya Timor Timur dari Indonesia.

Frits Ramandey mengungkapkan, Xanana pernah mendapat penghargaan-penghargaan seperti Penghargaan Sakharov untuk Kebebasan Pemikiran lalu ada penghargaan Perdamaian Sydney karena menjadi pemimpin yang berani dan berpendirian kuat untuk kemerdekaan rakyat Timor Timur.

“Siapa tau besok-besok Benny Wenda akan mendapatkan gelar dari negara-negara yang memang melihat apa yang diperjuangkannnya terus menerus tanpa lelah, semua bisa terjadi,” ujar Frits Ramandey.

Pernyataan Frits Ramandey mengenai pengharaan dari Dewan Kota Oxford dapat dimanfaatkan Benny Wenda untuk mengkampanyekan Papua Merdeka sangat beralasan. Hal itu, tercermin dari pernyataan Benny Wenda atas penghargaan itu.

“Saya ingin mengucapkan terimakasih kepada Oxford City dan orang-orang Oxford atas kemurahan hati dan dukungan mereka dalam menyampaikan penghargaan Feedom of Oxford. Orang-orang Papua Barat tahu bahwa perjungan kita untuk kebebasan dari Indonesia adalah masalah yang telah menyentuh hati jutaan orang diseluruh dunua,“ ujar Benny Wenda dalam cuitan di akun Twitter-nya, Kamis (18/7/2019).

Benny Wenda yang menjadi Pimpinan Serikat Gerakan Pembebasan untuk Papua Barat (ULMWP) diberi penghargaan Dewan Kota Oxford ke Benny pada Rabu (17/9/2019) waktu setempat.

Wali Kota Oxford Craig Simmons, mengatakan penghargaan itu "layak diberikan" dan Benny Wenda "begitu banyak berkontribusi baik lokal maupun di panggung internasional.



Sumber: Suara Pembaruan