UT Serahkan 10 Sekolah Transisi di Palu dan Donggala

UT Serahkan 10 Sekolah Transisi di Palu dan Donggala
Direktur United Tractors Edhie Sarwono didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ansyar Sutiadi, Dandim 130 Donggala Kol Inf Agus Sasmita meninjau ruang kelas di SDN Balaroa di Jalan Sungai Manonda Nosarara, Kota Palu, Jumat (19/7/2019) ( Foto: SP/Rully Satriadi )
Rully Satriadi / RSAT Jumat, 19 Juli 2019 | 20:32 WIB

Palu, Beritasatu.com – Anak-anak adalah penerus generasi bangsa. Sebagai penerus bangsa, mereka harus mendapat pendidikan dan fasilitas sekolah yang baik. Untuk itu kami membangun fasilitas sekolah di Palu dan Dongggala untuk membantu anak-anak yang terdampak gempa dan tsunami, sehingga anak-anak bisa belajar lagi dengan baik, dan kelak merekalah yang menjadi penerus pembangunan di wilayah ini.

“Insya Allah niat baik yang telah dilakukan relawan United Tracktor (UT) Tbk bekerja sama dengan TNI dan masyarakat setempat bisa jadi peletak dasar pembangunan generasi yang akan datang. UT yang merupakan bagian dari Astra Group senantiasa terus bergandengan tangan, tidak hanya saat bencana, tapi saat normal pun kita akan terus melakukan pembinaan dan pembangunan untuk generasi yang lebih baik,” ujar Direktur United Tractors (UT) Tbk Edhie Sarwono saat peresmian dan penyerahan 10 sekolah transisi di Palu dan Donggala kepada pemerintah setempat, yang dipusatkan di SDN Balaroa, Jumat (19/7/2019).

Hadir dalam acara penyerahan 10 sekolah tersebut Kepala Dinas Pendidikan Palu Ansyar Sutiadi, Kapolres Palu AKBP Mudjianto, Dandim 130 Donggala Kol Inf Agus Sasmita, Danrem 132 Tadulako Letkol Kav I Made Mahayudhiksa, 10 kepala sekolah, dan ratusan undangan lainnya.

Sepuluh sekolah yang diserahkan itu yakni SDN Balaroa, SDN lnpres Balaroa, SDN Petobo 1, SDN Petobo 2, SDN 4 Bamba, SDN 2 Sindue, SDN 21 Amal Sindue, TK PGRI 2 Amal Sindue, SMKN 8 Palu, dan TK & TB AI-Khairat.

Sekolah transisi yang dibangun UT di SDN Balaroa terdiri dari 6 ruang kelas, satu ruang guru dan 3 MCK dengan menggunakan kerangka baja ringan, dan dinding GRC dan berukuran 6 x 4 meter untuk setiap ruang kelasnya.

Edhie Sarwono mengatakan, pembangunan sekolah tidak hanya ditujukan pembangunan fisik semata. Namun juga menyiapkan mental peserta didik dan gurunya agar berani kembali berada di dalam ruangan kelas pascabencana gempa, tsunami dan likuefaksi yang menghantam wilayah Palu dan sekitarnya pada September 2018.

"Dukungan psikososial yang dilakukan relawan kami selama mengajar di sekolah maupun di tenda darurat, sukses membentuk kembali keberanian siswa," ujar Edhie Sarwono

Sebelumnya Kepala Divisi Komunikasi Perusahaan UT, Sara K Loebis mengatakan, bencana alam di wilayah ini telah menyebabkan kerusakan berbagai bangunan termasuk sekolah yang mengganggu aktivitas belajar mengajar.

Sebagai bentuk kepedulian dan komitmen untuk membantu keberlanjutan pendidikan masyarakat terdampak bencana, UT memberikan dukungan terhadap pemulihan pasca bencana di Palu melalui pembangunan fasilitas sekolah.

“Pembangunan fasilitas sekolah merupakan bagian dari kegiatan UT Group Peduli Palu & Donggala. Kepedulian itu diwujudkan melalui posko kesehatan, membangun dapur darurat, penyediaan air bersih, pembangunan sekolah darurat, dan pembangunan hunian transisi tetap (huntrap). Sebelumnya, UT juga memberikan dukungan operasional unit alat berat untuk membersihkan puing bangunan yang runtuh serta menyalurkan bantuan kebutuhan pokok,” ujar Sara K Loebis.

Disebutkan walaupun bencana alam di Palu dan Donggala sudah lama berlalu, namun gerak Corporate Social Responsibility (CSR) dari UT tidak berhenti. “Mudah-mudahan apa yang telah dilakukan UT bermanfaat bagi masyarakat,” kata Sara K Loebis. .

Ditambahkan dengan penyerahan 10 sekolah transisi ini bukan berarti silatuhrami kita berakhir, pihaknya akan tetap membantu bersama entitas dan perusahaan-perusahaan lain yang ada di sini, serta seluruh masyarakat Indonesia yang terus berdoa dan mendukung kemajuan Palu.

Yang Pertama
Sementara itu Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ansyar Sutiadi mengungkapkan, UT dan TNI merupakan yang pertama membangun fasilitas sekolah sementara di Palu, yang sebelumnya mereka belajar di tenda-tenda. Dengan adanya sekolah transisi ini, anak-anak kembali bergembira ke sekolah.

“Atas nama pemerintah, kami mengucapkan terima kasih kepada UT dan semua pihak yang membantu pembangunan sekolah transisi ini sehingga anak-anak kembali bergembira ke sekolah,” ujarnya.

Seusai acara penyerahan, Dirut UT Edhie Sarwono didampingi Kepala Dinas Pendidikan Kota Palu Ansyar Sutiadi, Dandim 130 Donggala Kol Inf Agus Sasmita melihat ruang-ruang kelas dan bercengkerama dengan murid-murid SDN Balaroa.

Para murid terlihat gembira dan tidak terlihat takut lagi. “Belajar di sekolah tenda tentu kurang nyaman karena lebih panas dan basah saat hujan ," ujar Rafi, salah seorang siswa kelas 5 SDN Balaroa.

“Kami sangat senang dan siap kembali belajar. Terima kasih United Tractors," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan