Gubernur Sumsel Turunkan Tim Investigasi Kasus Tewasnya 2 Siswa SMA Taruna

Gubernur Sumsel Turunkan Tim Investigasi Kasus Tewasnya 2 Siswa SMA Taruna
Korban dugaan kekerasan saat penyelenggaraan MOS di SMA Taruna Indonesia Kota Palembang Wiko Jeriyanda dirawat di rumah sakit.
/ FMB Minggu, 21 Juli 2019 | 12:55 WIB

Palembang, Beritasatu.com - Gubernur Sumatera Selatan Herman Deru menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki kasus Masa Orientasi Sekolah SMA Taruna Palembang yang menelan dua orang korban jiwa.

Pihaknya menurunkan tim investigasi untuk menyelidiki kasus dugaan kekerasan saat pelaksanaan MOS di sekolah tersebut, kata Gubernur di Palembang, Minggu (21/7/2019).

Menurut dia, pihaknya tidak mau kejadian semakin berlarut dan kembali berulang sehingga perlu menurunkan tim investigasi. Apalagi dua orang siswa meninggal diduga karena korban MOS. Gubernur meminta khusus tim yang dibentuk agar dapat menyelesaikan masalah tersebut.

Ia mengatakan, tim investigasi komprehensif ini terdiri dari orang tua, dewan pendidikan kota, dewan pendidikan provinsi. Jumlah tim maksimal sembilan orang diketuai oleh Kadis Pendidikan.

Setelah pihaknya mendapatkan kabar tentang telah meninggalnya siswa bernama Wiko Jeriyanda, gubernur meyakinkan kepada masyarakat dan keluarga bahwa pemerintah tidak akan tinggal diam atas kejadian ini.

"Untuk proses hukum itu akan terus, digiring sedemikian rupa sehingga pihak kepolisian dapat segera mengembangkan apa yang sudah ditetapkan. Kemarin ada satu sebagai tersangka karyawan dari Sekolah Taruna Indonesia tersebut. Ini yang tadinya dikabarkan kritis, ananda Wiko ini, ternyata juga kembali kepada sang khalik,” tuturnya

Jika persoalan ini merupakan kesalahan oknum maka ia serahkan hukumnya berjalan dan ditegakan seadil-adilnya kepada penegak hukum baik itu kepolisian maupun kejaksaan.

Sekarang lagi dibuat tim untuk menyelidiki secara detail kenapa oknum itu bisa berbuat begitu apakah memang ada prosedur yang memang dibuat oleh lembaga. Inilah yang sedang diselidiki dengan menurunkan tim yang diharapkan dalam waktu dekat akan dapat menyimpulkan. Jadi bila itu kesalahan lembaga maka akan diberikan sanksi yang setimpal dan tim mulai berkerja besok, Senin (22/7/2019).

Kejadian ini diharapkan menjadi pelajaran bagi seluruh penyelenggara pendidikan bahwa untuk menuntut kedisipinan siswa tidak juga harus dengan kekerasan.

Sementara Diknas Provinsi Sumsel mengimbau agar masa orientasi siswa itu seluruh formatnya diubah.



Sumber: ANTARA