Menteri Susi Ingatkan Plastik Mengancam Populasi Ikan

Menteri Susi Ingatkan Plastik Mengancam Populasi Ikan
Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, memberikan sambutan dalam peluncuran Program “Aisumaki” (Anak Indonesia Suka Makan Ikan) yang diusung oleh Lembaga Manajemen Infaq (LMI), Minggu, 30 Juni 2019. ( Foto: Istimewa )
Erwin C Sihombing / YUD Minggu, 21 Juli 2019 | 15:52 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Menteri Kelautan dan Perikanan, Susi Pudjiastuti, kembali membeberkan bahaya limbah plastik yang turut mengancam populasi biota laut Indonesia. Sebab 70 persen limbah plastik terbuang di lautan Indonesia dan terdapat potensi pada 2040 sampah plastik bakal melebihi jumlah ikan di Indonesia.

"Kalau kita tidak kurangi pemakaian plastik sekali pakai maka akan menghancurkan laut," kata Susi dalam aksi pawai menolak plastik sekali pakai di Bundaran HI, Jakarta, Minggu (21/7).

Menteri Susi turut mengapresiasi Pemda Bali dan Banjarmasin yang sudah menerbitkan larangan penggunaan plastik sekali pakai. Dia turut meminta instansi-instansi pemerintahan lainnya, juga masyarakat luas untuk membangun kesadaran serta turut aktif mengampanyekan larangan penggunaan plastik mengingat, Indonesia menjadi negara kedua terbesar penyumbang limbah plastik.

Susi bahkan menyentil kebiasaan masyarakat yang menggunakan sedotan untuk meminum air kemasan yang menurut dia kebiasaan itu kekanak-kanakan. Dan dia menyatakan bakal bersikap tegas terhadap mereka yang diketahui membuang limbah plastik ke laut.

"Pencuri ikan kita tenggelamkan. Nah, sekarang pencuri ikan pergi, datanglah plastik. Pembuang sampah plastik ke lautan juga harus kita tenggelamkan," kata Susi.

Dalam pawai yang turut dihadiri pegiat lingkungan, musisi seperti Kaka Slank, Robby Navicula, Susi turut menyumbangkan suaranya untuk menyanyikan lagu "Indonesia Pusaka", "Bagimu Negeri" dan sebuah lagu kampanye berjudul "Tolak Sampah Plastik".

"Anak-anak bangsa yang mencintai masa depannya, mencintai lautnya," tegas Susi.



Sumber: Suara Pembaruan