Korban Gempa Halmahera Selatan Terancam Putus Sekolah

Korban Gempa Halmahera Selatan Terancam Putus Sekolah
Anak-anak korban gempa Halmahera Selatan di pengungsian ( Foto: BeritaSatu TV )
Winda Ayu Larasati / WIN Senin, 22 Juli 2019 | 10:45 WIB

Halmahera Selatan, Beritasatu.com - Para korban gempa bumi di Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara yang merupakan anak-anak, terancam putus sekolah.

Gempat dengan magnitudo 7,2 tersebut membuat anak-anak trauma dan memilih untuk tinggal di tenda pengungsian di Desa Balitata, Kecamatan Gane Barat, Halmahera Selatan.

Salah satu siswa SD Elsanama mengaku belum bisa masuk sekolah karena masih trauma untuk kembali ke rumah dan tempat tinggal yang rusak.

Banyak orangtua berharap pemerintah daerah (pemda) bisa menggelar kegiatan belajar mengajar di tenda pengungsian hingga mereka tidak tertinggal pelajaran.

Sebelumnya, gempa berkekuatan 7,2 menghantam Halmahera Selatan pada 14 Juli 2019 pukul 16.10 WIB. Pusat kedalaman gempa yakni 10 kilometer di 62 kilometer Timur Laut Labuha, Maluku Utara. Setelahnya gempa susulan terus terjadi.



Sumber: BeritaSatu TV