Maskhun, Jalan Kaki dari Ogan Komering Ilir hingga Jakarta

Maskhun, Jalan Kaki dari Ogan Komering Ilir hingga Jakarta
Pejalan kaki Maskhun Hidayat (48) saat bertemu Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas di Jakarta, Minggu (21/7/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Senin, 22 Juli 2019 | 14:13 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Tangis Maskhun Hidayat (48) pecah saat bertemu dengan Ketua Umum Pimpinan Pusat Gerakan Pemuda Ansor Yaqut Cholil Qoumas. Dia memeluk erat Yaqut yang juga tak kuasa membendung air matanya.

Setelah beberapa saat momen haru tersebut berlangsung, Maskhun pun mengungkapkan kebahagiaannya dapat bertemu dengan Gus Yaqut, sapaan akrab Ketum GP Ansor, yang merupakan pimpinannya dalam berkiprah di Barisan Ansor Serbaguna (Banser).

Maskhun adalah anggota Banser di Kecamatan Mesuji, Kabupaten Ogan Komering Ilir, Sumatera Selatan, yang bernazar berjalan kaki menuju Jakarta jika Jokowi dan KH Ma'ruf Amin terpilih sebagai Presiden dan Wapres RI. Nazar itu kini telah ia tunaikan.

"Nazar ini sebagai ungkapan syukur atas terpilihnya Pak Jokowi dan Kiai Ma'ruf Amin sebagai Presiden dan Wapres. Saya bahagia sudah dapat mewujudkannya. Semoga Presiden dan Wapres terpilih dapat mengayomi, melindungi semua golongan," ungkapnya, di kantor PP GP Ansor Jakarta, dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Senin (22/7/2019).

Selain bernazar berjalan kaki ke Ibukota, Maskhun juga berkeinginan bertemu langsung dengan Gus Yaqut, Ketum PP GP Ansor yang merupakan pimpinannya di Banser. Kesempatan itu baru terlaksana Minggu (21/7/2019) karena saat tiba di Jakarta dan mengunjungi kantor GP Ansor beberapa hari lalu, Gus Yaqut tengah berada di Mesir untuk mengukukuhkan kepengurusan PC GP Ansor Mesir.

"Saya bersyukur bisa bertemu langsung dengan Gus Yaqut, pimpinan tertinggi Banser. Sebelumnya saya juga sudah bertemu langsung dengan Kiai Ma'ruf dan Ketum PBNU Kiai Said. Saya juga menyampaikan harapan untuk dapat bertemu dengan Pak Jokowi," harapnya.

Gus Yaqut menyatakan kekagumannya atas tekad kuat Maskhun menunaikan nazar tersebut. "Ini bukan soal jalan kakinya. Ini lebih karena tekad yang kuat, keikhlasan, dan niat yang luar biasa dari sahabat Maskhun. Kalau tidak punya tekad, ikhlasan, dan niat, nazar ini tidak akan terwujud. Dulu ada tokoh nasional yang juga bernazar jalan kaki dari Yogyakarta ke Jakarta, tetapi sampai hari ini tidak terjadi," kata Gus Yaqut.

Menurut dia, nazar dari Maskhun ini memiliki pesan tersirat yang harus ditangkap semua komponen bangsa, yakni pertarungan politik tak seharusnya mencerai beraikan warga bangsa.

"Kita ini sejak dari dulu hidup dalam perbedaan itu sudah biasa. Masak hanya karena beda pilihan politik lantas pecah. Tidak boleh. Mari hidup bersama kembali dalam keberagaman, berbeda-beda tetapi tetap satu untuk Indonesia," ucap Gus Yaqut.

Gus Yaqut berharap, kontestasi sudah usai. "Saatnya bersama membangun Indonesia dalam harmoni. Untuk itu mari kita jaga Indonesia dari segala potensi yang akan memecah belah bangsa. Ansor dan Banser akan selalu teguh pada prinsip dan nilai-nilai kebenaran. Jangan takut kepada cacian, bulian. Asal semua atas restu para kiai, jalan saja," ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan