Putra Yahukimo Gugur Saat Mengamankan Pembangunan Jalan Trans Papua

Putra Yahukimo Gugur Saat Mengamankan Pembangunan Jalan Trans Papua
Anggota TNI yang merupakan putra asli Papua, Prada Usman Helembo, tewas tertembak saat sedang melaksanakan tugas negara mengamankan pembangunan jalan Trans Papua di Kampung Yuguru, Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, Sabtu, 21 Juli 2019. ( Foto: Istimewa )
Robert Isidorus / JEM Senin, 22 Juli 2019 | 15:32 WIB

Jayapura, Beritasatu.com - Anggota TNI yang merupakan putra asli Papua, Prada Usman Helembo, tewas tertembak saat sedang melaksanakan tugas negara mengamankan pembangunan jalan Trans Papua di Kampung Yuguru, Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, Sabtu (21/7/2019).

"Jenazah korban pada Senin (22/7/2019), diterbangkan dari Timika, Kabupaten Timika menuju Wamena, Kabupaten Jayawijaya untuk dimakamkan di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wamena," kata Komandan Kompi Satgas Batalyon 755/Yalet, Lettu Inf Rudian Chandra saat dihubungi melalui telepon, Minggu (21/7/2019).

Dikatakan, Usman Helembo gugur ketika terjadi kontak tembak antara Satgas Yonif 7225/Yalet dengan Kelompok Kriminal Separatis Bersenjata (KKSB) sekitar pukul 12.30 WIT, Sabtu. "Prada Usman Helembo terkena tembakan di bagian pinggang sebelah kanan,"ujarnya

Tembakan itu diduga berasal dari anggota KKSB yang datang dari arah barat atau sebelah kanan kamp pekerja jalan dengan jarak sekitar 150 hingga 200 meter. Penembakan terjadi saat anggota Satgas Yonif 755/Yalet melaksanakan kegiatan administrasi setelah melakukan pembukaan jalan trans Papua.

“Saat sedang melakukan kegiatan administrasi, tiba-tiba ada tembakan yang mengarah kepada para petugas. Komandan Pos (Danpos) Nduga Lettu Inf Ahmad Tatang Hidayat bersama 29 anggotanya berlindung di box steling sambil membalas tembakan. Diperkirakan kontak tembak berlangsung selama 30 menit,” jelasnya.

Dalam situasi masih kontak tembak, Ahmad Tatang Hidayat melakukan pengecekan dan mendapatkan Usman Helembo terkena tembakan di bagian pinggang sebelah kanan dengan kondisi lemah akibat luka tembak.

Tim Kesehatan Satgas langsung berusaha menolong korban dengan memasang selang infus serta menutup bagian luka yang terkena tembakan. Sedangkan anggota TNI yang lain masih terus saling balas tembakan dengan KKSB. Namun sekitar pukul 14.12 WIT setelah penembakan, Usman Helembo dinyatakan meninggal dunia.

Selanjutnya jenazah Usman Helembo dievakuasi menggunakan helikopter ke Timika, Kabupaten Mimika dan disemayamkan di Mayonif 754/ENK.

"Senin (22/7/2019) ini, jenazah Prada Usman Helembo diberangkatkan ke Wamena menggunakan pesawat Trigana Air," jelas Rudian Chandra.

Dikatakan, jenazah Usman Helembo dimakamkan secara militer di TMP Wamena dipimpin langsung Pangdam XVII/Cenderawasih Mayjen TNI Pandit Yosua Sembiring.

Almarhum Prada Usman Helembo lahir 1 Mei 1996, merupakan salah satu putra terbaik Papua berasal dari Yahukimo. Kedua orang tuanya, Son Helembo alias Isai Halembo dan Yuhana Hubusa, juga sudah meninggal dunia.

"Semasa hidup, Prada Usman Helembo dikenal rekan-rekannya sebagai prajurit yang berdedikasi dan loyal terhadap atasan maupun seniornya," ujar Rudian Chandra.



Sumber: Suara Pembaruan