Targetkan 5 Juta Wisatawan, Pemerintah Jateng Genjot Pariwisata Candi Borobudur

Targetkan 5 Juta Wisatawan, Pemerintah Jateng Genjot Pariwisata Candi Borobudur
Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo saat menghadiri Asalha Maha Puja 2563 di pelataran Candi Borobudur, Selasa, 16 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / JEM Selasa, 23 Juli 2019 | 07:13 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Kepala Dinas Kepemudaan Olahraga dan Pariwisata (Disporapar) Jawa Tengah Sinoeng Nugroho Rachmadi menuturkan, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah terus menggenjot pariwisata khususnya di Candi Borobudur.

Pasalnya, Candi Borobudur merupakan salah satu ikon dari 10 Bali baru yang ada di Indonesia. Borobudur merupakan magnet kuat pariwisata di Jawa Tengah. Bahkan, Borobudur setiap bulannya mengadakan pertunjukan untuk menarik wisatawan domestik maupun asing.

"Sebagai salah satu ikon dari 10 Bali baru Borobudur memang menjadi magnet kuat bagi wisatawan. Terlebih dengan banyaknya event yang diselenggarakan masyarakat," kata Sinoeng kepada SP Beritasatu.com, Senin (22/7).

Pemprov Jateng, kata Sinoeng, juga sedang gencar melakukan promosi terhadap event tahunan yang menyedot animo masyarakat luar negeri melalui Borobudur Marathon. Pasalnya, event tersebut sukses menggerakkan perekonomian masyarakat Magelang dan sekitarnya.

Data Disporapar Jateng menyebutkan, jumlah transaksi selama event Borobudur Marathon 2018 yakni sebesar Rp19 miliar. Sedangkan untuk tahun 2019 ini Pemprov Jateng menargetkan transaksi sebesar Rp21 miliar.

"Borobudur Marathon merupakan salah satu event dari Pemprov yang sukses menarik banyak sekali wisatawan asing dengan mengikuti perlombaan tersebut. Sehingga, kami terus berbenah agar tahun ini penyelanggaraanya semakin baik," ujarnya.

Sinoeng menargetkan, dalam gelaran Borobudur Marathon 2019 bisa diikuti oleh peserta dari 30 negara. Sebab, Borobudur Marathon merupakan event tahunan dengan skala internasional.

"Kami targetkan ada peserta dari 30 negara yang mengikuti Borobudur Marathon 2019. Kami juga berkoordinasi dengan Kementerian Pariwisata dan Kementerian Pemuda dan Olahraga untuk mempromosikan event ini," katanya.

Event internasional lain yang bakal digelar dalam waktu dekat adalah Borobudur Cartoonist Forum 3. Kegiatan ini akan dilakukan 2-3 November 2019. Lokasinya di Hotel Pondok Tinggal, Borobudur, Magelang, Jawa Tengah.

Borobudur Cartoonist Forum 3 mengangkat tema ‘Mental Juara’. Para peserta akan diajak memunculkan kreativitas, produktivitas, dan soliditas karakter. Borobudur Cartoonist Forum juga memberi tips memiliki mental juara. Seperti berlaku obyektif, tidak suka dipuji, sabar, menerima kritik, dan terus mengembangkan potensi diri.

“Sikap Mental Juara harus dimiliki generasi milenial. Sebab, mereka akan menjadi pemimpin di masa mendatang. Mereka juga harus mengembangkan kreativitas dan potensi diri. Dari sudut pandang seni dan budaya, Borobudur Cartoonist Forum 3 akan banyak memberikan banyak pengetahuan baru,” kata Sinoeng.

Borobudur Cartoonist Forum 3 memiliki 8 agenda. Ada Pengumuman Pemenang BCF3 International Cartoon Exhibition (Free Theme) juga diskusi. Digelar juga Pameran Karya Kartunis Mancanegara, Lomba Kartun On The Spot, dan Sarasehan. Ada juga Pentas Seni, Workshop, dan Kartunis in Action.

Gubernur Jateng Ganjar Pranowo menargetkan 5 juta wisatawan datang ke Borobudur. Meski saat ini dalam setahun angka wisatawan yang datang ke Candi Borobudur sudah mencapai 2,6 juta orang, namun jumlah wisatawan mancanegara baru sekitar 250 ribu orang.

"Kegiatan besar harus diselenggarakan. Harus ada dukungan infrastruktur. Perbaikan sekitar Borobudur. Termasuk dukungan pemerintah daerah dan masyarakat. Presiden juga pesan tiga hal, fasilitas, utilitas dan amenitas," kata Ganjar.

Fasilitas yang dimaksud adalah infrastruktur, utilitas dasar atau kesenangan atau kebiasaan para wisatawan, ketiga adalah amenitas pariwisata alias kenyamanan wisatawan yang berkaitan dengan ketersediaan rumah makan, fasilitas umum, hingga toko cinderamata.

"Agar orang datang tidak cuma lihat candinya saja. Tapi juga bisa menikmati kuliner, atraksi, seni budaya. Ini yang mau kita dorong. Kalau gitu-gitu saja acaranya tidak menarik. Harus jelas acara dan target wisatawannya," katanya.

Saat ini Kawasan Wisata Borobudur berada dikelola PT Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko berdasarkan Peraturan Pemerintah Nomor 7 Tahun 1980 tentang Penyertaan Modal Negara RI untuk Pendirian Perusahaan Perseroan (Persero) Taman Wisata Candi Borobudur, Prambanan dan Ratu Boko, termasuk di dalamnya Candi Mendut dan Pawon.

"Borobudur itu penataan kawasan strategic planning yang terintegrasi, create event, kalau itu jadi butuh sarana apa, strategi kebijakannya seperti apa, mengundang wisatawannya bagaimana termasuk pernak pernik yang harus ada di sekitarnya, akomodasi, event, transportasi sistemnya. Saya minta khusus untuk Borobudur," ujar Ganjar.

Borobudur merupakan satu dari tiga program yang diterima Presiden sebagai pengungkit utama pertumbuhan ekonomi Jateng sebesar 7 persen pada tahun depan. 

Dikirim dari Yahoo Mail di Android

 



Sumber: Suara Pembaruan