Pangdam XVII Cenderawasih: Pratu Anumerta Usman Helembo Pahlawan Pembangunan

Pangdam XVII Cenderawasih: Pratu Anumerta Usman Helembo Pahlawan Pembangunan
Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring memimpin upacara pemakaman Prajurit Satu (Pratu) Anumerta Usman Helembo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin, 22 Juli 2019. Usman Helembo gugur dalam kontak senjata aparat TNI dengan kelompok kriminal bersenjata di Kampung Yaguru, Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, Papua, Sabtu, 21 Juli 2019. ( Foto: Istimewa )
Robert Isidorus / JEM Selasa, 23 Juli 2019 | 07:29 WIB

Wamena, Beritasatu.com - Pangdam XVII Cenderawasih Mayjen TNI Yosua Pandit Sembiring memimpin langsung upacara pemakaman secara militer terhadap Prajurit Satu (Pratu) Anumerta Usman Helembo di Taman Makam Pahlawan (TMP) Wamena, Kabupaten Jayawijaya, Senin (22/7/2019).

Pratu Anumerta Usman Helembo adalah prajurit pilihan TNI yang gugur saat tengah menjalankan tugas pengamanan pembangunan jalan Trans Papua di di Kampung Yuguru, Distrik Mebrok, Kabupaten Nduga, Sabtu (21/7/2019) lalu.

Hadir dalam acara pemakaman jajaran pejabat TNI-Polri, Kepala Balai Besar Pelaksanaan Jalan Nasional Wilayah XVIII Papua, Osman Marbun, para prajurit TNI-Polri, dan keluarga almarhum.

Kepada pers usai upacara, Pangdam menyampaikan belasungkawa atas gugurnya almarhum dalam tugas negara. "Atas nama negara dan seluruh pimpinan yang ada di daerah Papua, saya menyampaikan turut berdukacita. Beliau adalah prajurit TNI yang teladan dan mengemban tugas negara. Kita mendoakan almarhum diterima di sisi Yang Maha Kuasa,” ucap Pangdam XVII Cenderawasih.

Sebagai pimpinan TNI, Pangdam XVII Cenderawasih menyatakan bangga terhadap dedikasi dan loyalitas Pratu Anumerta Usman Helembo, yang meninggal dalam melaksanakan tugas negara. “Saya mengganggap dia adalah pahlawan pembangunan,” tegasnya.

Terkait para pelaku yang diduga merupakan anggota dari Egianus Kogoya, jendral bintang dua ini menegaskan, para pelaku tentunya harus mempertanggung jawabkan perbuatannya. Namun mengenai langkah tindakan atau teknik, taktik dan strategi dalam menghadapi para pelaku,  menurut Pangdam tidak perlu disampaikan ke publik

“Akan tetapi saya meminta kepada saudara-saudara yang masih tidak sepaham dengan NKRI, untuk kembali hidup bersama-sama dengan kita di sini. Ingat kita semua keluarga dan pertumpahan darah itu tidak baik. Dan sesungguhnya apa yang kita perbuat saat ini, pastinya akan dipertanggung jawabkan di kemudian hari,” katanya

Pangdam menegaskan bahwa peristiwa ini tidak akan memengaruhi pembangunan Jalan Trans Papua di Nduga. "Pembangunan akan tetap berjalan dan apa yang terjadi saat ini merupakan bagian kecil terhadap gangguan pembangunan," tukasnya.

“Saya katakan pembangunan jalan tertap berjalan. Ini hanya insiden kecil dan biasa terjadi. Ini tidak mengganggu dan tidak berpengaruh dan sangat kecil dampaknya,” sambungnya.

Almarhum Pratu Anumerta Usman Helembo merupakan prajurit TNI yang berasal Kabupaten Yahukimo, Papua dan bertugas di Yonif 755/20/3/ K Yalet dengan jabatan Tabakpan 6 Kipan E.

 



Sumber: Suara Pembaruan