3 Jenderal Polisi Berpeluang Pimpin KPK

3 Jenderal Polisi Berpeluang Pimpin KPK
Ilustrasi KPK ( Foto: BeritaSatu Photo / Uthan A Rachim )
Anselmus Bata / AB Selasa, 23 Juli 2019 | 13:05 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Indonesia Police Watch (IPW) menyatakan dari sembilan jenderal polisi yang lolos uji kompetensi seleksi calon pimpinan Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) diperkirakan hanya tiga jenderal polisi yang akhirnya lolos dari panitia seleksi dan menjalani uji kelayakan dan kepatutan di DPR. 

Hal tersebut disampaikan Ketua Presidium IPW Neta S Pane melalui keterangan tertulis yang diterima redaksi, Selasa (23/7/2019). 

Menurutnya, ketiga jenderal yang berpeluang menjadi pimpinan KPK adalah Irjen Dharma Pongrekun, Irjen Antam Novambar, dan Irjen Firli Bahuri. Dharma dan Antam adalah figur jenderal yang belum pernah menjadi kapolda, sehingga bebas dari kemungkinan komplain masyarakat di daerah, sedangkan Firli pernah bertugas di KPK, sehingga sangat paham dengan dinamika yang terjadi di lembaga tersebut.

Dalam proses seleksi calon pimpinan KPK, pihaknya fokus mencermati lima hal, yakni banyaknya jenderal polisi yang ikut seleksi, ikutnya tiga petahana pimpinan KPK dalam seleksi, dugaan adanya para "pencari kerja" yang ikut seleksi, adanya simpatisan partai politik ikut dalam seleksi, dan mencermati kemungkinan adanya figur radikal yang menyusup dalam proses seleksi.

Menurut Neta, banyaknya jenderal polisi yang ikut seleksi calon pimpinan KPK menunjukkan betapa strategisnya lembaga antirasuah bagi Kepolisian, padahal ada Direktorat Tindak Pidana Korupsi di Polri yang bisa menjadi tempat mereka mengabdi dan berkiprah.

"IPW berharap panitia seleksi bersikap selektif terhadap figur jenderal polisi karena bukan mustahil muncul polemik dari tempat mereka pernah bertugas, dahulu maupun saat ini. Panitia seleksi perlu mencari informasi ke tempat mereka pernah bertugas, terutama saat menjabat kapolda agar tidak terjadi salah pilih dalam proses selanjutnya," katanya. 

Keikutsertaan petahana, lanjutnya, juga patut dicermati karena selama ini belum pernah ada petahana yang menjabat pimpinan KPK selama dua periode. 



Sumber: BeritaSatu.com