WNI Pengebom Gereja Filipina Dikirim Andi Basso

WNI Pengebom Gereja Filipina Dikirim Andi Basso
Polisi dan tentara berdiri di luar sebuah gereja yang dihantam bom di Jolo, Provinsi Sulu, Filipina, 27 Januari 2019. ( Foto: AFP )
Farouk Arnaz / CAH Selasa, 23 Juli 2019 | 13:26 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Mabes Polri mengatakan pelaku serangan bom bunuh diri di gereja Katolik di Pulau Jolo, Filipina Januari 2019 diduga kuat asal Indonesia karena keterangan beberapa orang saksi.

Salah satunya adalah keterangan Yoga tokoh JAD Kalimantan Timur yang ditangkap Juni lalu di Malaysia. Yoga adalah orang yang menggantikan Andi Basso sebagai jembatan penghubung jaringan teror Indonesia-Filipina dan berkedudukan di Malaysia.

“Sedangkan Andi Basso adalah warga Makassar yang diyakini ada di Filipina Selatan. Dia juga merupakan buron pengeboman gereja Oikuemene di Samarinda pada November 2016 bersama Juanda dkk,” kata Karo Penmas Polri Brigjen Dedi Prasetyo.

Andi juga yang diduga mengatur perjalanan Rullie Rian Zeke dan Ulfah Handayani Saleh—deportan dari Turki dan berafilisi dengan ISIS—yang mengebom gereja di Pulau Jolo.

“Awalnya aparat keamanan kita hanya mendapatkan informasi pengebom di Jolo dari lima tersangka yang ditangkap di Filipina. Tapi setelah dilakukan penangkapan terhadap M Novendri dan Yoga di Malaysia baru mengkait ternyata pelaku bom bunuh diri di Filipina itu adalah dua orang warga negara Indonesia,” imbuhnya.

Novendri dibekuk di Padang pada 18 Juli. Dia adalah tokoh sentral sebagai bendahara jaringan yang dikendalikan oleh buron bernama Saefulah yang saat ada di Afghanistan.

Insiden ledakan dua bom di Gereja Jolo di Provinsi Sulu pada Minggu (27/1) lalu merupakan bom bunuh diri yang dilakukan dua orang. Bom ganda tersebut telah menewaskan 22 orang dan melukai 100 orang lainnya.