Arman Depari: Perpres Nomor 47 Tahun 2019 Jadi Kekuatan Baru BNN

Arman Depari: Perpres Nomor 47 Tahun 2019 Jadi Kekuatan Baru BNN
Deputi Pemberantasan BNN RI, Irjen Pol Arman Depari (ketiga kanan) memberikan pernyataan kepada awak media terkait pengungkapan dua kasus narkotika di Sumatera Utara dan Kalimantan di Markas BNN RI, Selasa (23/7/2019) pagi. ( Foto: Beritasatu Photo / Carlos Roy Fajarta Barus )
Carlos Roy Fajarta / JAS Selasa, 23 Juli 2019 | 15:56 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Deputi Bidang Pemberantasan Badan Narkotika Nasional (BNN) RI, Irjen Pol Arman Depari menyebutkan diterbitkannya Peraturan Presiden (Perpres) Nomor 47 Tahun 2019 tentang Perubahan Atas Perpres 23/2010 tentang Badan Narkotika Nasional (BNN), pada 8 Juli 2019 lalu menjadi kekuatan baru BNN.

Hal tersebut disampaikannya usai konferensi pers pengungkapan dua kasus narkoba di Sumatera Utara dan Kalimantan dengan barang bukti total 119,8 kilogram (kg) sabu dan 102.657 butir pil ekstasi pada Selasa (23/7/2019) di Markas BNN RI, Cawang Jakarta Timur.

"Dengan adanya Perpres Nomor 47 Tahun 2019 ini saya kira UU masih sama, dan struktur nya belum ada perubahan. Namun kita sangat berterima kasih dengan adanya Perpres tersebut. Dengan demikian paling tidak ada upaya untuk memberikan kekuatan baru kepada institusi BNN untuk menjalankan tugasnya," ujar Arman menanggapi pertanyaan Beritasatu.com.

Dalam kesempatan itu Arman juga meminta masyarakat untuk tidak menggunakan narkotika apapun alasannya karena akan terkena sanksi dan jerat hukum dari peraturan dan perundang-undangan yang berlaku.

"Kalau narkoba dijadikan alasan untuk stamina atau kesegaran atau kekuatan itu hanya alasan saja. Di zaman sekarang banyak suplemen yang menggantikan efek yang dimaksud dari narkoba. Itu hanya mencari-cari kambing hitam. Narkoba itu musuh bersama, menggunakan narkoba itu bukan lawakan tetapi sangat serius," tegas Arman. 



Sumber: Suara Pembaruan