Sengketa Pileg, Canda Hakim MK soal Surga-Neraka dan Keterangan Palsu

Sengketa Pileg, Canda Hakim MK soal Surga-Neraka dan Keterangan Palsu
Ketua Mahkamah Konstitusi (MK) Anwar Usman (tengah) didampingi dua hakim konstitusi Enny Nurbaningsih (kiri) dan Arief Hidayat (kanan) saat memimpin sidang pendahuluan sengketa hasil Pemilu Legislatif 2019 di gedung MK, Jakarta, Kamis (11/7/2019). ( Foto: ANTARA FOTO / Reno Esnir )
Yustinus Paat / JAS Selasa, 23 Juli 2019 | 16:31 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Majelis Hakim Arief Hidayat sesekali melemparkan candaan kepada para peserta sidang pembuktian perkara sengketa perselisihan hasil pemilu (PHPU) legislatif di Panel 1, Ruang Sidang Pleno, Lantai 2, Gedung MK, Jakarta, Selasa (23/7/2019). Di Panel 1, Arief memimpin sidang bersama dua rekannya, Anwar Usman dan Enny Nurbaningsih.

Di tengah jadwal sidang yang padat dan waktu yang terbatas, Arief masih sempat bercanda saat berinteraksi dengan para saksi yang dihadirkan para pihak dalam sengketa Pileg. Meski demikian candaan tersebut tidak mengurangi keseriusan mereka dalam memeriksa para saksi yang memberikan keterangan.

Saat memeriksa perkara dari Provinsi Jawa Timur, Arief meminta saksi yang hadir dalam sidang sengketa hasil pemilu legislatif tidak memberikan keterangan palsu. Arief meminta saksi untuk mengungkapkan keterangan sesuai dengan fakta.

"Saudara kalau memberi keterangan palsu itu tidak hanya bisa dituntut di pengadilan dan saudara dipidana karena memberikan keterangan surat palsu. Ini perlu saya ingatkan lagi bagi saksi pemohon, termohon dan pihak terkait," kata Arief di Gedung MK, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

Di tengah peringatan terhadap para saksi tersebut, Arief kemudian berkelakar tentang surga-neraka dan keterangan palsu. Menurut Arief, terdapat tiga golongan saksi, yakni saksi yang masuk surga, saksi yang masuk neraka, dan saksi yang tidak diterima di surga maupun neraka.

Arief menilai saksi yang memberikan keterangan palsu kelak tidak akan diterima di surga maupun neraka.

"Kalau neraka nggak mau terima itu di gedung MK masih banyak itu orang-orang yang neraka nggak mau terima. Ternyata kalau kita lembur malem masih sering diganggu," canda Arief yang disambut tawa peserta sidang.

Candaan Arief ini untuk memberikan peringatan kepada para saksi agar tidak memberikan keterangan palsu selama persidangan karena konsekuensinya besar. Candaan ini juga tidak hanya ditujukan untuk saksi yang hadir di persidangan hari ini, tetapi untuk semua saksi yang hendak bersaksi di sidang pembuktian PHPU Pileg.



Sumber: BeritaSatu.com