Jokowi Apresiasi Efektifitas Peringatan Dini BMKG

Jokowi Apresiasi Efektifitas Peringatan Dini BMKG
Presiden Joko Widodo (kanan) menerima katalog gempa bumi dan tsunami dari Kepala Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Dwikorita Karnawati (kiri) saat membuka Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) BMKG tahun 2019 di Istana Negara, Jakarta, Selasa (23/7/2019). Presiden meminta peran BMKG diperkuat dengan meningkatkan kerja sama dengan pemerintah pusat serta daerah guna memberikan pemahaman bencana kepada masyarakat dalam rangka mengurangi resiko bencana. ( Foto: ANTARA FOTO / Wahyu Putro A )
Aichi Halik / AHL Selasa, 23 Juli 2019 | 17:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) mengapresiasi kinerja Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) dalam memberikan informasi peringatan dini (early warning) kepada masyarakat terkait bencana gempa di Indonesia.

Menurut Jokowi, Indonesia merupakan negara rawan bencana sehingga dibutuhkan peringatan dini, serta pemahaman dan kesadaran masyarakat untuk mengurangi risiko yang terjadi.

“Risiko-risiko yang kita miliki ini bisa diminimalkan, dikurangi apabila ada peringatan-peringatan dini terhadap daerah-daerah yang rawan bencana, dan saya melihat sekarang kalau ada gempa, misalnya, 5,5 SR atau di atasnya, langsung di TV keluar ada tidaknya potensi tsunami. Yang dulu-dulu gak pernah. Saya kira ini kemajuan, lompatan yang sangat baik dari BMKG,” kata Jokowi saat membuka Rapat Koordinasi Nasional BMKG 2019 di Istana Negara, Jakarta Pusat, Selasa (23/7/2019).

Jokowi menyatakan tidak setuju jika informasi yang disampaikan BMKG justru dianggap meresahkan masyarakat.

"Seperti kemarin agak ramai potensi megatrusth, sampaikan apa adanya, memang ada potensi kok, bukan meresahkan," kata Jokowi.

Jokowi menilai edukasi mengenai bencana ini bukan hanya menjadi tugas BMKG, namun juga lembaga terkait lain seperti BNPB, pemerintah daerah, hingga setiap masyarakat.

"Sehingga setiap kejadian atau akan ada sebuah potensi kejadian, antisipasinya jelas. Step-step tindakannya juga jelas. Bukan bingung setelah ada kejadian. Manajemen seperti itu harus kita biasakan ada. Baik di pusat, daerah, maupun di lembaga-lembaga yang kita miliki," kata Jokowi.



Sumber: BeritaSatu TV