Polda Jambi Tutup Markas Kelompok Serikat Mandiri Batanghari

Polda Jambi Tutup Markas Kelompok Serikat Mandiri Batanghari
Pangdam II Sriwijaya Mayjen TNI Irwan (kedua kanan), Gubernur Jambi Fachrori Umar (ketiga kanan), Kapolda Irjen Pol Muchlis (tengah), dan petugas terkait memeriksa barang bukti saat rilis kasus tindak pidana penghadangan, perusakan, dan penganiayaan di Mapolda Jambi, Jumat (19/7/2019). Polda Jambi menetapkan 20 tersangka dari kelompok Serikat Mandiri Batanghari (SMB) pimpinan Muslim dalam kasus tindak pidana penghadangan, perusakan dan penganiayaan terhadap tim Satgas Pencegahan Karhutla (kebakaran hutan dan lahan) Jambi saat bertugas di wilayah konsesi PT Wirakarya Sakti (WKS), Tanjungjabung Barat, Jambi pada Kamis (18/7/2019) sore serta mengamankan puluhan senjata api rakitan dan senjata tajam. ( Foto: ANTARA FOTO / Wahdi Septiawan )
Radesman Saragih / JAS Selasa, 23 Juli 2019 | 20:52 WIB

Jambi, Beritasatu.com - Satuan gabungan Polda Jambi dan Komando Rayon Militer (Korem) 042/Garuda Putih (Gapu) Jambi segera menutup markas Serikat Mandiri Batanghari (SMB) yang diduga sebagai Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB).

Penutupan markas SMB berupa sebuah bungker atau ruang bawah tanah tersebut dilakukan dengan cara meratakannya dengan tanah menggunakan alat berat.

"Markas kelompok SMB segera diratakan dengan tanah menggunakan alat berat agar para anggota kelompok tani yang memiliki senjata api tersebut tidak muncul lagi. Tim Terpadu Polda Jambi dan Korem 042/Gapu Jambi sudah siap meratakan bungker SMB tersebut dengan tanah,” kata Kepala Bidang (Kabid) Humas Polda Jambi, Komisaris Besar Polisi (Kombes Pol) Kuswahyudi Tresnadi di Jambi, Selasa (23/7/2019).

Menurut Kuswahyudi Tresnadi, Tim Penyidik Polda Jambi menemukan alat bukti baru terkait penangkapan 59 orang anggota kelompok SMB yang beberapa waktu lalu melakukan penyerangan, penganiyaan, perusakan dan pencurian terhadap Tim Satuan Tugas (Satgas) Kebakaran Hutan dan Lahan (Karhutla) Jambi di kawasan hutan Distrik VIII PT Wirakarya Sakti (WKS), Kabupaten Tanjungjabung Barat (Tanjabbar).

Dijelaskan, alat bukti baru tersebut yaitu fotokopi Kartu Tanda Penduduk (KTP) anggota SMB sebanyak satu karung. Fotokopi KTP anggota SMB itu ditemukan di bungker markas SMB di Tanjabbar.

Hasil pemeriksaan terhadap fotokopi tersebut diketahui bahwa Ketua SMB, Muslim memiliki nama asli Sugianto. Tersangka berasal dari Provinsi Lampung. Namun dalam akte pendirian SMB, Sugianto mengganti namanya menjadi Muslim.

“Alat bukti tersebut sudah diserahkan kepada tim penyidik Polda Jambi. Fotokopi tersebut menjadi alat bukti tambahan untuk mengetahui identitas sekitar 59 anggota SMB yang hingga Selasa (23/7) masih ditahan dan diperiksa di Polda Jambi,” ungkap Kuswahyudi.

Terkait penemuan barang bukti narkotika dan obat-obat berbahaya (narkoba) jenis sabu dan alat isap di markas atau bungker SMB, Kuswahyudi Tresnadi mengatakan, barang bukti narkoba tersebut belum diketahui milik siapa.

“Namun berdasarkan keterangan Ketua SMB, Muslim kepada petugas, barang bukti narkoba dan alat isap sabu-sabu tersebut hasil razia pimpinan SMB terhadap anggotanya. Tetapi barang bukti tersebut tidak diserahkan kepada polisi,” ujarnya.

Lebih lanjut dikatakan, Tim Penyidik Polda Jambi juga masih menyelidiki sumber dana yang beredar di kalangan anggota dan pimpinan SMB. Sumber dana diduga berasal dari hasil pungutan yang dilakukan Ketua SMB, Muslim dari anggotanya.

“Tim Terpadu Penanganan Konflik Provinsi Jambi akan membentuk crisis center untuk mengetahui para petani yang menjadi korban SMB dan dari mana aliran uang SMB. Diduga banyak petani di Jambi menyerahkan uang kepada pimpinan SMB dengan iming-iming mendapat lahan perkebunan,” katanya.

Seperti diberitakan sebelumnya, Satuan Gabungan Polda Jambi dan Korem 042/Gapu Jambi mengamankan dan menahan sebanyak 59 orang anggota SMB. Penangkapan itu dilakukan menyusul aksi penyerangan yang dilakukan para anggota SMB terhadap Satgas Karhutlah Terpdau Jambi, anggota Polda Jambi dan Korem 042/Gapu Jambi pekan lalu.

Anggota SMB melakukan penyerangan tersebut menyusul pemadaman kebakaran lahan yang dilakukan Satgas Karhutlah Terpadu Jambi di lahan yang dibakar anggota SMB.

“Anggota SMB menyerang satgas karhutlah, anggota polisi dan TNI menggunakan senjata api dan senjata tajam. Puluhan senjata api rakitan dan senjata tajam berhasil diamankan dari markas dan para anggota SMB,” katanya.



Sumber: Suara Pembaruan