Kota Batu Berhasil Kembangkan Wisata

Kota Batu Berhasil Kembangkan Wisata
Wali Kota Batu Dewanti Rumpoko (kanan) saat menerima penghargaan Platinum katagori Kota Pariwisata dari Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo (kiri) dalam Indonesia's Attractiveness Award di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (23/7/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Rabu, 24 Juli 2019 | 13:18 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kota Batu dikenal sebagai salah satu kota wisata terkemuka di Indonesia karena potensi keindahan alam yang luar biasa. Keberhasilan pemerintah kota dalam menciptakan berbagai inovasi di bidang sektor pariwisata, menjadikan Kota Batu meraih Penghargaan Indonesia's Attractiveness Award 2019 yang diberikan langsung oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal, dan Transmigrasi, Eko Putro Sandjojo dalam acara Indonesia's Attractiveness Award di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (23/7/2019).

Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko mengucapkan syukur karena Kota Batu yang baru berusia 18 Tahun sudah memiliki perkembangan sektor pariwisata yang sangat signifikan dan diakui oleh tingkat nasional.

“Ini menjadi hal yang luar biasa, terima kasih mudah-mudahan ini bisa menjadikan kita lebih semangat untuk memajukan pariwisata di Kota Batu sehingga masyarakat pun bisa lebih sejahtera,” ujar Dewanti dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com, Rabu (24/7/2019).

Inovasi sektor pariwisata yang menjadi perhatian adalah pembangunan kereta gantung yang nantinya akan menjadi moda transportasi baru bagi masyarakat Kota Batu dan juga para wisatawan yang datang.

Rencananya pembangunan kereta gantung tersebut dilakukan dua tahap, tahap pertama sekitar 8 kilometer dengan stasiun pertama ada di Desa Pendem sampai Panderman Hill di Desa Oro-oro ombo. Ada tiga stasiun pemberhentian, di Desa Tlekung, Desa Oro-oro Ombo, dan di sekitar Panderman Hill, dengan rute bolak balik atau pulang pergi. Tahap dua diteruskan sampai Alun-alun Batu, kemudian ke Selecta di Kecamatan Bumiaji.

Dewanti menambahkan, pembangunan kereta gantung tersebut, selain bisa memajukan sektor pariwisata, juga bisa memecah kemacetan yang terjadi di Kota Batu.

“Setiap tahunnya kunjungan wisatawan di Kota Batu selalu mengalami peningkatan. Terakhir pada 2019 tercatat 5,6 juta wisatawan berkunjung ke Kota Batu, sehingga kita harus melakukan inovasi baru dan kereta gantung inilah solusi yang tepat sebagai moda transportasi wisatawan juga untuk mengurangi kemacetan,” tambahnya.

Selain sektor pariwisata, Kota Batu juga terus melakukan inovasi dalam berbagai hal seperti bidang investasi, pelayanan publik, dan juga bidang infrastruktur.

“Pada sektor investasi kami fokus mengembangkan sektor wisata seperti penambahan berbagai wahana di tempat wisata, terus pada pelayanan publik kita sedang mempersiapkan untuk pembangunan mal pelayanan publik dan pada bidang insfrastruktur akan terus dikembangkan seperti pembangunan jalan dan moda transportasi sehingga mampu menggerakkan masyarakat sampai komponen tahap bawah, akhirnya tarap ekonomi mereka lebih maju,” tandasnya.



Sumber: Suara Pembaruan