NTB Terbaik dalam Pelayanan Publik

NTB Terbaik dalam Pelayanan Publik
Gubernur NTB, Zulkieflimansyah (kanan) saat menerima penghargaan gold kategori Pelayanan Publik dari Kepala Biro Komunikasi Publik Kementerian PUPR, Endra Saleh Atmawidjaja (kiri) dalam acara Indonesia's Attractiveness Award di Hotel Pullman Jakarta, Selasa (23/7/2019). ( Foto: istimewa )
Bernadus Wijayaka / BW Rabu, 24 Juli 2019 | 15:32 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Nusa Tenggara Barat (NTB) meraih Indonesia’s Attractiveness Award (IAA) 2019 kategori Gold Pelayanan Publik.

Penghargaan yang diterima merupakan bentuk bangkitnya NTB dari bencana tsunami lalu. Malam puncak penyerahan penghargaan dilakukan di Ballroom Hotel Pullman MH Thamrin, Selasa (23/7/2019) yang dihadiri oleh Menteri Desa, Pembangunan Daerah Tertinggal dan Transmigrasi Eko Putro Sandjojo, Menteri Pariwisata Arief Yahya, Direktur Tempo Thoriq Hadad, dan Direktur Frontier Group Handi Irawan.

Ketua Panitia Penyelenggara IAA 2019 Handi Irawan bangga terhadap inovasi yang dilakukan oleh Gubernur Zulkieflimansyah.

“Ada 413 kabupaten, 95 kota, dan 34 provinsi. Kami memilih berdasarkan survei, penyaringan, verifikasi data, pengolahan data, dan presentasi terhadap dewan juri. Tim juri telah memutuskan untuk memberikan predikat Gold Pelayanan Publik IAA 2019 kepada Pemprov NTB. Menurut saya apa yang dilakukan oleh Gubernur Zul adalah suatu inovasi yang memukau,” tutur Handi Irawan di sela-sela malam puncak penghargaan.

Handi Irawan menjelaskan, hal yang dilakukan oleh Gubernur Zulkieflimansyah patut dicontoh untuk pemprov lainnya. “Program NTB Care itu merupakan program yang sangat bagus, melihat pada zaman sekarang yang sudah mengandalkan teknologi sudah dipastikan akan sukses di masyarakat. Hal ini perlu dicontoh oleh pemprov lain untuk membuat program-program yang lebih memudahkan masyarakat untuk mengakses jaringan-jaringan pemerintah,” kata Handi dalam keterangan tertulis kepada Beritasatu.com.

Gubernur NTB, Zulkieflimansyah juga menjelaskan mengenai Program NTB Care.

“Kita mulai bangkit dari tsunami lalu sedikit demi sedikit kami perbaiki fasilitas dan infrastruktur, maka kami buat program NTB Care. Itu aplikasi agar pemimpin langsung mengetahui apa yang masyarakat keluhkan agar mendapatkan respons dan jawaban yang tepat, masyarakat bisa langsung dikeluhkan dan langsung kami respons. Semua bentuk opini dalam bidang apa pun akan kami tanggapi dengan cepat,” ujarnya.



Sumber: Suara Pembaruan