Bappenas Dukung Pengembangan Perikanan Berkelanjutan

Bappenas Dukung Pengembangan Perikanan Berkelanjutan
Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Dr Arifin Rudiyanto, di acara peluncuran "Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan" di Kementerian PPN/Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (25/7/2019). ( Foto: Beritasatu Photo / Istimewa )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 25 Juli 2019 | 18:38 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN)/Bappenas melalui proyek Global Sustainable Supply Chains for Marine Commodities (GMC) memprakarsai pembentukan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan.

Deputi Menteri PPN/Kepala Bappenas Bidang Kemaritiman dan Sumber Daya Alam, Dr Arifin Rudiyanto mengatakan, pembentukan Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan ini selaras dengan upaya pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) khususnya Tujuan-14 mengenai ekosistem lautan, yang telah diatur melalui Peraturan Presiden Nomor 59 tahun 2017 tentang pelaksanaan pencapaian Tujuan Pembangunan Berkelanjutan.

"Salah satu fokus dari Platform Multistakeholder Perikanan Berkelanjutan adalah mewujudkan pengelolaan berbasis wilayah pengelolaan perikanan (WPP) untuk mengoptimalkan pengelolaan wilayah dan pemanfaatan sumberdaya ikan secara berkelanjutan,” ujar Arifin Rudiyanto dalam keterangan tertulis yang diterima redaksi, Kamis (25/7/2019).

Menurut Arifin, pengelolaan wilayah ini termasuk didalamnya integrasi tata ruang darat dan laut, termasuk mengoptimalkan Kawasan Konservasi Perairan untuk mendukung pengelolaan sumberdaya ikan, penataan investasi dan perizinan, penyediaan data yang reliable, serta membangun sinergitas industri sesuai dengan karakteristik dan kekuatan dari setiap Wilayah Pengelolan Perikanan (WPP).

"Meningkatnya permintaan pasar global akan produk perikanan yang berasal dari praktek berkelanjutan, mendorong perbaikan di sepanjang rantai pasokan perikanan Indonesia untuk menjaga daya saing serta keberlanjutan komoditas perikanan nasional," kata Arifin.

Proyek Global Sustainable Supply Chains for Marine Commodities (GMC) dikoordinir oleh Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas dengan dukungan teknis dari United Nations Development Programme (UNDP) dan pembiayaan oleh Global Environment Facility (GEF), berkontribusi untuk membantu transformasi pasar makanan laut dari sisi kebijakan dan perencanaan dengan mengarusutamakan keberlanjutan dalam rantai pasokan komoditas perikanan dari Indonesia.

Saat ini, proyek GMC tengah mendukung secara langsung perbaikan perikanan atau Fishery Improvement Projects (FIPs) pada perikanan Tuna Pole and Line, serta perikanan rajungan, untuk memenuhi standar keberlanjutan yang diakui di pasar global dalam 1-2 tahun kedepan.

"Diharapkan melalui perwakilan dua sektor perikanan menjadi komoditas ekspor utama ini, dapat disusun praktek terbaik, yang menghasilan pembelajaran dan model untuk mengembangkan arah kebijakan dalam meningkatkan keberlanjutan perikanan di Indonesia," tandas Arifin.



Sumber: BeritaSatu.com