UGM Luncurkan Varietas Baru Buah Melon Seukuran Apel

UGM Luncurkan Varietas Baru Buah Melon Seukuran Apel
Rektor Universitas Gadjah Mada (UGM) Panut Mulyono serta sejumlah pimpinan di lingkungan UGM dalam peluncuran Melon Baby Hikapel, di Grha Sabha Pramana UGM Yogyakarta, Kamis, 25 Juli 2019. ( Foto: Suara Pembaruan / Fuska Sani Evani )
Fuska Sani Evani / JEM Jumat, 26 Juli 2019 | 14:52 WIB

Yogyakarta, Beritasatu.com - Fakultas Biologi Universitas Gadjah Mada (UGM) meluncurkan satu varietas baru yakni buah melon yang dinamai melon baby hikapel. Sesuai namanya, melon jenis ini memiliki ukuran mini kurang dari 250 gram atau seukuran buah apel.

Salah satu tim peneliti, Prof Budi S Daryono mengatakan, melon dengan ukuran kecil sehingga praktis dibawa kemana saja.
“Dengan ukuran buah yang mini, melon ini memiliki karakteristik yang sama dengan varietas melon hikapel sebelumnya. Dari segi rasa melon ini memiliki tingkat kemanisan yang tinggi serta mempunyai aroma wangi yang khas,” katanya saat launching Melon Baby Hikapel di Grha Sabha Pramana UGM, Kamis (25/7/2019).

Budi menyebutkan melon baby hikapel ini merupakan hasil inovasi dari varietas melon handy hikapel yang telah diluncurkan pada 2015 lalu melalui riset yang didanai oleh Riset Produksi (Rispro) Lembaga Pengelola Dana Pendidikan (LPD) Kementerian Keuangan tahun 2014-2016.

Tepatnya di tahun 2018, Budi mulai melakukan riset untuk membuat melon hikapel yang memiliki berat sekitar 250-850 gram menjadi ukuran yang lebih kecil dan terciptalah melon baby hikapel ini.

Melon baby hikapel juga memiliki permukaan kulit buah halus dan mulus seperti buah apel. Sedangkan buah melon pada umumnya mempunyai permukaan kulit buah yang kasar dan mempunyai pola khas. Sementara daging buahnya lebih berwarna oranye, berbeda dengan melon biasa yang umumnya berwarna hijau.

“Buah ini kaya nutrisi, mengandung senyawa beta karoten, vitamin C, dan beberapa mineral,” jelasnya.

Keunggulan lain, melon baby hikapel ini juga tidak terkontaminasi oleh senyawa ethrel yang berbahaya serta rendah pestisida sehingga aman untuk dikonsumsi.

“Melon ini bisa dikemas sebagai buah tangan dan harapannya nantinya bisa menjadi ikon,” tuturnya. 



Sumber: Suara Pembaruan