Logo BeritaSatu

Puan Maharani: Posisi Ketua DPR Ditentukan UU, Bukan Kemauan Politik

Jumat, 26 Juli 2019 | 18:34 WIB
Oleh : Jeanny Aipassa / RSAT

Semarang, Beritasatu.com - Ketua DPP PDIP, Puan Maharani, mengatakan posisi Ketua DPR ditentukan oleh Undang-Undang, bukan kemauan politik dari pihak tertentu.

Pernyataan itu disampaikan Puan Maharani menjawab pertanyaan wartawan soal kansnya sebagai calon kuat Ketua DPR, seusai menjadi pembicara kunci di seminar nasional "Manusia dan Politik Kebudayaan" di Universitas Diponegoro, Semarang, Jawa Tengah, Jumat (26/7/2019).

Ketika ditanya mengenai kansnya sebagai Ketua DPR mengingat ada dukungan kuat dari internal Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) dan partai-partai pendukung Joko Widodo dalam Pemilihan Presiden (Pilpres 2019), Puan Maharani menjawab dengan diplomatis.

Menurut dia, sesuai dengan Undang-Undang tentang MPR, DPR, DPD, dan DPRD (UU MD3) Tahun 2014, partai pemenang pemilihan umum (pemilu) yang diberi kesempatan untuk menunjuk kadernya sebagai Ketua DPR dari pimpinan DPR.

Terkait dengan itu, PDIP sebagai partai yang menempati posisi pertama pemenang Pemilu 2019, memang memiliki kans yang kuat untuk menempatkan kadernya sebagai Ketua DPR.

Puan Maharani melihat dukungan yang disampaikan sejumlah tokoh dari partai politik (parpol) pendukung Joko Widodo juga didasarkan pada ketetapan dalam UU MD3.

"Kalau melihat hasil dari Pemilu 2019, Alhamdulillah nama saya kan terpilih sebagai caleg (calon anggota legislatif-Red) dengan perolehan suara terbesar dari seluruh parpol, jadi mungkin mereka melihat saya sebagai salah satu kandidat kuat ketua DPR. Ya mungkin ya, nanti kita tunggu bulan Oktober pas pelantikan," ujar Puan Maharani.

Saat disinggung soal kemungkinan PDIP kembali ditikung sama seperti ketika pemilihan Ketua DPR periode 2014-2019 yang akhirnya menempatkan kader Partai Golkar sebagai Ketua DPR, Puan Maharani menyampaikan sindiran halus.

"Ya ini UU MD3 sudah menyatakan seperti itu. Ini bunyi UU loh, bukan kemauan politik, tapi UU yang menetapkan begitu. Jadi ya seharusnya tunduk kan tunduk (pada UU MD3-Red)," kata Puan Maharani.

Meski namanya disebut sebagai salah satu calon kuat Ketua DPR RI periode 2019-2024, Puan Maharani, memilih untuk menanggapinya dengan santai.

Puan Maharani bahkan menegaskan bahwa saat ini dirinya memilih untuk fokus menyelesaikan tugas sebagai Menteri Koordinator Pembangunan Manusia dan Kebudayaan (Menko PMK), daripada memikirkan soal posisi Ketua DPR.

"Untuk saat ini saya fokus menyelesaikan tugas saya sebagai Menko PMK dulu sampai bulan Oktober. Gitu ya," kata Puan Maharani sambil tertawa dan diikuti wartawan yang mewawancarainya.



Saksikan live streaming program-program BeritaSatu TV di sini

Sumber: Suara Pembaruan

BAGIKAN

BERITA LAINNYA

Tragedi Kanjuruhan, PSSI Hentikan Liga 1 Selama Sepekan

Buntut tragedi Kanjuruhan, PSSI memutuskan untuk menghentikan BRI Liga 1 2022/2023 selama satu pekan dan melarang Arema FC menjadi tuan rumah.

NEWS | 2 Oktober 2022

Korban Tewas dalam Tragedi Kanjuruhan Dikabarkan Bertambah Jadi 62 Orang

Korban tewas dalam kerusuhan di Stadion Kanjuruhan usai laga Arema FC vs Persebaya Surabaya dikabarkan bertambah menjadi 62 orang. 

NEWS | 2 Oktober 2022

Arema FC Akan Dilarang Jadi Tuan Rumah di Sisa Musim Liga 1

Komisi Disiplin PSSI menegaskan bahwa Arema FC bisa terkena sanksi tidak dapat menjadi tuan rumah di sisa laga BRI Liga 1 2022/2023.

NEWS | 2 Oktober 2022

Video: Gas Air Mata Bikin Massa di Kanjuruhan Panik

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata di Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan, Ini Video Ribuan Suporter Merangsek Masuk Lapangan

Beredar video yang menunjukkan suporter merangsek masuk lapangan usai laga Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi Kanjuruhan: Aturan FIFA, Gas Air Mata Terlarang

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya di Kanjuruhan, Sabtu (1/10/2022) diduga disebabkan karena penggunaan gas air mata.

NEWS | 2 Oktober 2022

Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan, PSSI: Arema Bisa Kena Sanksi Keras

Kerusuhan terjadi di Stadion Kanjuruhan setelah laga BRI Liga 1 antara Arema FC dan Persebaya Surabaya, Sabtu, 1 Oktober 2022.

NEWS | 2 Oktober 2022

Persebaya Berduka atas Korban Tewas dalam Kerusuhan di Stadion Kanjuruhan

Persebaya Surabaya menyampaikan duka cita atas jatuhnya korban jiwa dalam kerusuhan usai laga melawan Arema FC di Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang.

NEWS | 2 Oktober 2022

Tragedi di Kanjuruhan, PSSI Segera Investigasi

PSSI segera melakukan investigasi terkait kerusuhan yang berujung tragedi di dalam Stadion Kanjuruhan, Kabupaten Malang, Sabtu (1/10/2022).

NEWS | 2 Oktober 2022

Gas Air Mata Dituding Penyebab Jatuhnya Korban di Kanjuruhan

Insiden tragis pasca pertandingan antara Arema FC melawan Persebaya Surabaya dipandang karena tembakan gas air mata di dalam Stadion Kanjuruhan.

NEWS | 2 Oktober 2022


TAG POPULER

# Kevin Sanjaya


# Es Teh Indonesia


# Anies Baswedan


# Pertalite Boros


# Ketiak Basah


 

NEWSLETTER

Dapatkan informasi terbaru dari kami
Email yang Anda masukkan tidak valid.

TERKINI
Tekan <em>Stunting</em>, BKKBN Sulsel Sosialisasikan Bangga Kencana

Tekan Stunting, BKKBN Sulsel Sosialisasikan Bangga Kencana

NEWS | 38 menit yang lalu










CONTACT US Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings