Aristan: Palu Baru Harus Jadi Kota Tangguh Bencana

Aristan: Palu Baru Harus Jadi Kota Tangguh Bencana
Bakal Calon Wali Kota Palu 2020-2024, Aristan, bersama anak-anak pengungsi korban bencana alam gempa bumi, tsunami, dan likuefaksi di Kelurahan Balaroa, Kota Palu, Sulawesi Tengah, Jumat, 25 Juli 2019. ( Foto: Istimewa )
Jeis Montesori / JEM Minggu, 28 Juli 2019 | 09:15 WIB

Palu, Beritasatu.com - Bakal Calon Wali Kota Palu 2020-2024, Aristan menyatakan pembangunan Kota Palu pascaencana 28 September 2018 harus berorientasi pada kota tangguh bencana.

Hal tersebut diungkapkan oleh Aristan dalam diskusi publik tentang visi dan misi bakal calon wali kota Palu yang diselenggarakan oleh Koalisi Palu Milineal pada Sabtu (27/7/2019) di Kota Palu.

Menurut Aristan, bencana alam berupa gempa bumi disertai tsunai dan lukuefaksi yang menelan lebih dari 6.000 korban jiwa pada 28 September 2018, menunjukkan bahwa sebelumnya kota tersebut sama sekali tidak dibangun berdasarkan pertimbangan-pertimbangan geologi.

“Sejak lama sudah terekam dalam kajian-kajian geologi bahwa patahan Palu-Koro melintas di tengah-tengah kota Palu. Sayangnya semua perencanaan pembangunan tidak menghitung resiko kebencanaan di kota ini,” tegas Aristan.

Aristan menerangkan bahwa Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) Kota Palu sama sekali mengabaikan ancaman-ancaman gempa, likuefaksi, dan tsunami di kota dengan penduduk hampir 400 ribu jiwa tersebut. Akibatnya, pengembangan kota menjadi sangat rentan terhadap bencana.

“Jatuhnya korban jiwa yang begitu banyak dalam bencana 28 September membuktikan bahwa pemerintah abai terhadap keselamatan jiwa warga,” ungkap Aristan.

Bekas anggota Dewan Nasional Walhi ini juga menyatakan bahwa pembangunan bangunan di kota tersebut sama sekali tidak merujuk kepada kode bangunan (building code) yang telah diatur dalam regulasi nasional. Akibatnya, terjadi kerusakan dan keruntuhan rumah, gedung perkantoran, dan gedung komersial yang mematikan warga.

Dengan kenyataan tersebut, Aristan menyatakan bahwa jika kelak terpilih menjadi Walikota Palu dia akan merevisi total rencana tata ruang kota. “Penataan ruang baru yang menimbang kondisi ketidak-stabilan lahan akan menjadi pertimbangan mutlak,” tegas wakil ketua DPD Nasdem Sulawesi Tengah ini dihadapan puluhan peserta.

Diskusi juga menghadirkan bakal calon Iskandar Nungtji. Selain menyetujui pernyataan-pernyataan Aristan, Iskandar menyatakan bahwa Kota Palu harus ditata kembali untuk mencegah jatuh korban jika siklus gempa berulang.

“Pembangunan infrastruktur yang tangguh menjadi syarat utama agar mencegah jatuh korban jika gempa besar kembali terjadi,” Ungkap Iskandar.



Sumber: Suara Pembaruan