Revitalisasi Banten Lama Fokus di Keraton Kaibon dan Benteng Speelwijk

Revitalisasi Banten Lama Fokus di Keraton Kaibon dan Benteng Speelwijk
Alun-alun Masjid Agung dan Menara Banten Lama setelah direvitalisasi oleh Pemprov Banten. Kawasan Banten Lama akan ditata atau direvitalisasi seluruhnya untuk dijadikan objek wisata religius dan wisata sejarah. ( Foto: Istimewa )
Laurens Dami / JAS Selasa, 30 Juli 2019 | 13:09 WIB

Serang, Beritasatu.com - Pemerintah Provinsi (Pemprov) Banten memperluas penataan atau revitalisasi kawasan Banten Lama yang berlokasi di Kecamatan Kasemen, Kota Serang.

Jika sebelumnya Pemprov Banten fokus pada penataan Alun-alun Masjid Agung Banten Lama dan kawasan Benteng Surosowan, tahun 2019 ini Pemprov Banten melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman berencana menata kawasan sekitar Banten Lama, yaitu Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, kawasan Masjid Pacinan, dan melanjutkan pembangunan kawasan Masjid Kesultanan Banten.

Keraton Kaibon berlokasi tidak jauh dari Masjid Agung Banten atau sebelum memasuki kawasan Masjid Agung Banten Lama, jika pengunjung mengambil rute dari Kota Serang.

Sedangkan, Benteng Speelwijk sekitar 600 meter ke arah Barat Laut Masjid Agung Banten Lama dan Masjid Pacinan sekitar 500 meter ke arah barat dari Masjid Agung Banten Lama atau 400 meter ke arah selatan dari Benteng Speilwijk.

Kepala Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman Provinsi Banten, M Yanuar mengatakan, rencana penataan kawasan Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, kawasan Masjid Pacinan dan melanjutkan penataan sekitar Masjid Agung Banten Lama dianggarkan pada tahun anggaran 2019.

“Rencana tahun ini, penataan Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk dan Masjid Pacinan, termasuk melanjutkan penataan yang dekat Masjid Agung Banten,” kata Yanuar, Selasa (30/7).

Ditanya kesiapan pelaksanaan penataan Keraton Kaibon, Benteng Speelwijk, dan kawasan Masjid Pacinan, Yanuar menuturkan, sudah pada tahap penetapan pemenang lelang. “Pemenang pekerjaan sudah ada kok. Mereka (pemenang lelang-Red) kelihatannya masih tahap persiapan,” ujarnya.

Tak berhenti hingga 2019, kata Yanuar, Pemprov Banten juga akan melanjutkan penataan kawasan Masjid Agung Banten pada tahun 2020.

Menurut rencana, pada tahun 2020, pemprov akan membangun Baitul Quran dan pusat oleh-oleh khas Banten dari pengusaha mikro, kecil dan menengah (UMKM). Baitul Quran, kata Yanuar, akan menjadi pusat kajian Alquran di Provinsi Banten.

Sedangkan, pembangunan pusat oleh-oleh khas Banten dapat dimanfaatkan para pengusaha UMKM untuk mempromosikan dan menjual produknya, sehingga pengunjung kawasan Banten Lama, bukan hanya berziarah dan menikmati keindahan kawasan Kesultanan Banten, tetapi juga bisa membawa oleh-oleh ke kampung halamannya.

Selain penataan kawasan Banten Lama, pemprov melalui Dinas Pekerjaan Umum dan Penaataan Ruang (PUPR) juga melakukan penataan kanal termasuk pembebasan lahan.



Sumber: Suara Pembaruan