Lampung Krakatau Festival 2019 Tunjukkan Potensi Budaya dan Kerajinan

Lampung Krakatau Festival 2019 Tunjukkan Potensi Budaya dan Kerajinan
Peluncuran Lampung Krakatau Festival ( Foto: istimewa )
Chairul Fikri / CAH Rabu, 31 Juli 2019 | 21:03 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Potensi alam provinsi Lampung sebagai provinsi terbarat di Pulau Sumatera selalu jadi daya tarik yang menarik bagi wisatawan baik dari dalam dan luar negeri. Apalagi keberadaan Gunung Krakatau yang ada di Selat Sunda yang masuk dalam wilayah Provinsi Lampung membuat negeri yang berjuluk Sang Bumi Ruwa Jurai itu menyimpan sensasi luar biasa.

Atas dasar itulah, Provinsi Lampung menggelar sebuah festival pariwisata bernama Lampung Krakatau Festival sebagai media yang tepat untuk mempromosikan potensi pariwisata di Lampung.

Wakil Gubernur Lampung, Chusnunia Chalim mengatakan event budaya LKF 2019 ini digelar sebagai upaya pemerintahannya meningkatkan kunjungan wisatawan ke Provinsi Lampung.

"Kegiatan ini juga sekaligus memperkuat branding Krakatau sebagai salah satu daya tarik dan ikon pariwisata Lampung. Dalam LKF 2019 ini kami juga berusaha menunjukan potensi budaya dan kerajinan khas Lampung seperti kain tradisional Tapis Lampung sebagai salah satu ikon pariwisata Lampung yang ditampilkan dalam acara Karnaval Budaya dan Tapis Lampung," ujar Chusnunia saat melaunching Lampung Krakatau Festival 2019 yang digelar di Balairung Soesilo Soedarman Kementerian Pariwisata, Jakarta, Rabu (31/7/2019).

Pihak kementerian Pariwisata yang diwakili Tenaga Ahli Menteri Bidang Manajemen Calendar Of Event (CoE) Esthy Reko Astuty menyatakan bahwa LKF 2019 ini juga sebagai bentuk komitmen para pejabat yang ada di Provinsi Lampung yang berupaya terus memperkuat unsur 3A (aktraksi, amenitas, dan aksesibilitas) yang ada dalam Pariwisata

"Berkembangnya pariwisata di Lampung tidak lepas dari CEO Commitment para pimpinan daerah mulai dari jajaran gubernur dan pemerintah provinsi Lampung, wali kota/Bupati yang ada di Lampung dalam upaya memajukan pariwisata. Gunung Krakatau sangat tepat untuk dijadikan sebagai ikon pariwisata Lampung dan menjadi branding yang mendunia sehingga mudah untuk dipromosikan di dalam negeri maupun mancanegara. Sehingga ke depan event ini harus terus dilangsungkan agar keragaman budaya, seni dan kultur masyrakat Lampung dapat tergali lebih dalam mulai dari kegiatan ini," tutur Esthy.

LKF 2019 akan berlangsung selama tiga hari (23-25 Agustus 2019) dengan menampilkan 4 acara unggulan yakni dimulai dengan acara Pesona Kemilau Sai Bumi Ruwa Jurai sebagai bentuk upacara pembukaan. Lalu dilanjutkan dengan Expo Krakatau Lampung berupa bazaar kuliner dan souvenir serta pertunjukan kesenian khas Lampung. Selain itu acara Trip Krakatau untuk memperingati peristiwa meletusnya Gunung Krakatau pada 26 Agustus 1883 yang sempat mengguncang dunia. Trip ini akan membawa para peserta dalam kegiatan tour dimulai dari Kalianda ke Pulau Sebesi (pulau layak huni terdekat di dekat Krakatau ) sebelum akhirnya mencapai Kepulauan Vulkanik Krakatau untuk menjejakkan kaki di Gunung Anak Krakatau yang 'lahir' setelah letusan monumental Gunung Krakatau.

Acara LKF 2019 diakhiri dengan kemeriahan Karnaval Budaya yang menampilkan pertunjukan seni dan budaya, pameran fotografi, serta pertunjukan permainan anak-anak tradisional. Selain itu acara Karnaval Tapis Lampung yang menampilkan daya tarik kain tradisional Tapis dari berbagai daerah di Lampung.



Sumber: BeritaSatu.com