4 Juta Orang Kunjungi Borobudur, Hanya 10 Persen Wisatawan Mancanegara

4 Juta Orang Kunjungi Borobudur, Hanya 10 Persen Wisatawan Mancanegara
Diskusi "Menyulap Borobudur Jadi Bali Baru” yang digelar Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT) di Kantor Gubernur Jateng, Rabu, 31 Juli 2019. ( Foto: Beritasatu Photo / Stefi Thenu )
Stefi Thenu / JAS Kamis, 1 Agustus 2019 | 09:00 WIB

Semarang, Beritasatu.com - Jumlah wisatawan yang mngunjungi Borobudur terbilang cukup besar. Buktinya, candi terbesar kebanggaan Indonesia itu setiap tahun rata-rata dikunjungi 4 juta wisatawan. Namun, 90 persen lebih didominasi wisatawan nusantara. Sementara wisatawan asing hanya 10 persen.

"Kalau ditotal yang berkunjung ke sana bisa mencapai 4 juta wisatawan. Namun, masih didominasi wisatawan nusantara yang mencapai 90 persen lebih. Wisatawan mancanegara masih sangat minim," ujar Direktur Destinasi Pariwisata Badan Otoritas Borobudur Kementerian Pariwisata, Agustin Peranginangin, dalam diskusi "Menyulap Borobudur Jadi Bali Baru” yang digelar Forum Wartawan Pemprov dan DPRD Jateng (FWPJT) di Kantor Gubernur Jateng, Rabu (31/7/2019).

Menurut Agustin, adanya bandara baru di Kulonprogo, Yogyakarta, dan bandara baru di Semarang dan Solo, diharapkan dapat mendongkrak jumlah wisatawan mancanegara ke Borobudur.

Dikatakan, Borobudur masuk sebagai empat destinasi Bali Baru bersama Danau Toba, Mandalika, dan Labuan Bajo, yang harus selesai pada 2020.

Untuk itu, semua infrastruktur disiapkan untuk menggaet sebanyak mungkin wisatawan mancanegara.

"Waktu saya mendampingi rombongan turis Prancis, mereka bilang tiket masuk yang hanya 25 dolar AS murah sekali. Tapi kalau kita naikkan, praktis segala fasilitas harus kita tingkatkan pula," ujarnya.

Agus menambahkan, pihaknya juga intens menggalakkan family trip untuk Borobudur dan sekitarnya di Jawa Tengah dan Yogyakarta.

"Kami promosikan ke negara-negara yang memang sesuai dengan karakteristik kita. Kita harapkan, ini bisa mempercepat program Bali baru," tegasnya.

Kepala Bidang Destinasi Wisata Dinas Pemuda Olahraga dan Pariwisata Jateng Prambudi mengatakan, provinsi ini sebenarnya memiliki tujuan wisata yang dikatakan komplet. Jateng memiliki destinasi wisata alam, buatan, dan budaya.

Menurutnya, Candi Borobudur masuk dalam Destinasi Pariwisata Nasional (DPN) dari pemerintah pusat untuk menarik wisatawan mancanegara sebanyak 20 juta orang pada 2020 mendatang.

Prambudi menjelaskan, untuk bisa mencapai target yang ditetapkan pemerintah pusat menjadikan Candi Borobudur sebagai Bali baru, maka butuh banyak tangan ikut menangani. Tidak hanya pemerintah, tetapi juga swasta dan masyarakat sekitar.

"Saat ini, sudah dibuka akses tol sejak Lebaran kemarin. Baik dari barat sampai timur, dan selatan juga. Ini yang menjadikan kami optimistis. Memang kalau kita bicara pariwisata ada 3A yang harus dikembangkan, yaitu aksesibilitas, amenitas, dan atraksi,” kata Prambudi.

Lebih lanjut Prambudi menjelaskan, sampai dengan 2018, jumlah kunjungan wisatawan mancanegara sebanyak 677.168 orang turun dibanding 2017 yang bisa mencapai 781.107 orang. Sementara, sampai akhir 2020 mendatang diharapkan bisa tercapai 1,2 juta wisatawan mancanegara.

Penggiat pariwisata Jateng Benk Mintosih berpendapat, di era ini perlu digencarkan digital marketing atau pemasaran secara digital untuk menjual Borobudur.

"Saat ini, 70 persen pelancong menemukan destinasi wisata dari browsing internet. Untuk itu, digital marketing perlu digencarkan, dan dibentuk tim sosial media yang kuat untuk menjual Borobudur ke mancanegara," tegas GM Star Hotel Semarang ini.



Sumber: Suara Pembaruan