Mahasiswi UPH Pamerkan Produk Ramah Lingkungan di Inddex

Mahasiswi UPH Pamerkan Produk Ramah Lingkungan di Inddex
Mahasiswa Universitas Pelita Harapan Agnesia Cahaya memamerkan produk rancangannya di ajang International Degree Design Exchange (Inddex) di Bintaro Jaya X-change, Bintaro, Tangerang Selatan, 1 Agustus 2019. ( Foto: Beritasatu / Monica Dina Putri )
Monica Dina Putri / HA Kamis, 1 Agustus 2019 | 19:59 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Ajang kreativitas mahasiswa Indonesia dan Malaysia digelar di Bintaro menampilkan desain produk yang ramah lingkungan dari lima perguruan tinggi yang terlibat, Kamis (1/8/2019).

Salah satu peserta, Agnesia Cahaya dari Universitas Pelita Harapan (UPH), menampilkan koleksi tas perempuan dengan bahan yang sepenuhnya ramah lingkungan dan organik.

“Hasil karya saya ini yaitu koleksi tas yang kainnya diwarnai dengan tanaman indigo, tanaman nila yang biasanya orang tahu dicampur dengan material rotan yang menjadi salah satu material kebanggaan di Indonesia,” kata Agnesia saat ditemui di ajang
International Degree Design Exchange (Inddex).

Acara ini diselenggarakan oleh Universitas Pembangunan Jaya dan UPH, berkaloborasi dengan Universitas Teknolgi Mara dari cabang Malaka Malaysia, Universitas Teknolgi Mara dari cabang Shah Alam Malaysia, dan Universitas Teknolgi Mara dari cabang Sri Iskandar Perak Malaysia.

“Jadi saya punya koleksi tas bulat yang cukup trend dari tahun–tahun kemarin sampai tahun ini. Tas saya ini mempunyai tipe yang medium, yang microbag ukuran 15x20 cm, bucket bag yang sedang trend banget dengan ukuran 18x25 cm. Ini memang koleksi handbag. Tas ini punya etnik dan modern jadi satu,” kata Agnesia sambil menunjukkan salah satu karyanya.

“Saya memanfaatkan kain potongan dari pola dibikin jadi boneka atau anting. Jadi, kain itu tidak saya buang, sisanya itu digunakan untuk membuat produk lain.”

Keunikan produk dia adalah kombinasi antara bahan denim dengan rotan.

“Yang membedakan dengan produk yang mainstream itu mungkin kalau yang mainstream itu menggunakan denim dengan material pabrik tapi kalau kita dari white denim yang diwarnai dengan tanaman indigo. Jadi, warnanya saya yang tentukan. Terus karena perpaduan jeans dan rotan itu belum ada, jadi ini termasuk baru,” kata Agnesia.

Agnesia menambahkan ajang ini sangat penting baginya karena menambah wawasan tentang proses belajar dari perguruan tinggi Malaysia.

“Jadi kita tidak sempit di UPH saja tapi kita juga tahu tugas–tugas akhir dari negara lain, kita mendapatkan respons yang cukup baik dengan produk kita. Di situ kita belajar tentang produk mereka, mereka juga belajar tentang produk kita," ujarnya.

“Yang menjadi kebanggan buat saya sendiri, barang ini sudah dijual di Bali bahkan Amerika Serikat. Ini di luar ekspektasi saya. Karena awalnya ini hanya buat tugas akhir tetapi ternyata hasilnya ini bisa dijual di Bali dan AS.”

Dia tidak menyebutkan berapa hasil penjualan produknya itu.



Sumber: BeritaSatu.com