Menpupera: Pembangunan Ibu Kota Baru Takkan Ganggu Kondisi Hutan

Menpupera: Pembangunan Ibu Kota Baru Takkan Ganggu Kondisi Hutan
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (Menpupera), Basuki Hadimuljono. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Kempupera )
Yustinus Paat / YUD Kamis, 1 Agustus 2019 | 20:12 WIB

Jakarta, Beritasatu.com – Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) Basuki Hadimuljono menegaskan bahwa pembangunan Ibu Kota Negara (IKN) yang baru tidak akan mengganggu keberadaan hutan di Pulau Kalimantan. Menurut Basuki, desain IKN baru tetap mempertahankan kondisi hutan di Kalimantan.

“Meminimalisasi mengintervensi alam, jadi buka lahan itu harus seminimal mungkin. Kita harus mempertahankan kondisi hutan yang ada,” ujar Menteri Basuki di acara Dialog Nasional III Pemindahan Ibu Kota Negara, di Kantor Bappenas, Menteng, Jakarta Pusat, Kamis (1/8/2019).

IKN baru, kata Basuki, akan didesain dengan konsep forest city sehingga keberadaan hutan tetap dijaga. Dia justru mengatakan pembangunan IKN ini nanti bakal mempertahankan kelestarian hutan di Kalimantan.

“Jadi, kita akan memperhatikan betul aspek lingkungannya sehingga bisa mengintegrasikan ruang-ruang hijau dengan kota pemerintahan,” tandas dia.

Saat ini, kata Basuki, pemerintah tengah melakukan persiapan-persiapan untuk pembangunan IKN baru di Kalimantan. Namun, dia mengakui tempat di Kalimantan yang akan dijadikan IKN baru belum diputuskan.

“Ada 2 lokasi di Kalimantan itu. Tunggu nanti Pak Presiden sampaikan,” ungkap dia.

Karena tempatnya belum ditentukan, kata Basuki, pihaknya belum melakukan penelitian ke lokasi yang menjadi IKN baru. Pemerintah daerah di Kalimantan, sudah menyiapkan lokasi IKN baru dengan luas lokasi dari 100 hektar sampai 300 hektar.

“Kalau penelitian detailnya belum. Kalau sudah ditetapkan lokasinya, kan kita harus teliti kondisi geologinya, kondisi air tanahnya, bebatuannya termasuk struktur tanahnya. Tapi konsep desainnya sudah kita selesaikan,” pungkas dia.



Sumber: BeritaSatu.com