Freeport Indonesia Bantu Atasi Stunting di Timika

Freeport Indonesia Bantu Atasi Stunting di Timika
PT Freeport Indonesia menggelar program Pemberian Makanan Tambahan untuk Balita di Timika, Papua. ( Foto: Beritasatu Photo / Dok. Freeport Indonesia )
Feriawan Hidayat / FER Kamis, 1 Agustus 2019 | 20:25 WIB

Timika, Beritasatu.com - PT Freeport Indonesia menggelar program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) untuk bayi dan balita yang teridentifikasi kurang gizi.

Program tersebut memberikan layanan kesehatan bagi bayi dan balita yang komprehensif, meliputi pemberian makanan tambahan tinggi gizi dan nutrisi, monitoring atas pertumbuhan anak secara berkala, pendidikan gizi untuk ibu hamil, hingga follow up kesehatan bayi dan balita ke rumah-rumah.

Seluruh kegiatan ini dilakukan oleh bidan, kader posyandu dan tenaga promosi kesehatan yang berada di bawah Departemen Kesehatan Masyarakat PT Freeport Indonesia.

Manager Departemen Kesehatan Masyarakat PT Freeport Indonesia, Govert Waramori mengatakan, melalui program ini, pihaknya memberikan intervensi gizi kepada para bayi dan balita di tiga lokasi klinik, yaitu di SP (satuan pemukiman) XII, SP IX dan di Pomako.

"Intervensi gizi dilakukan dengan memberikan makanan tambahan, seperti susu formula, biskuit, bubur bayi, serta makanan olahan seperti bubur kacang hijau, telur rebus dan makanan lokal lainnya. Bilamana kami menemukan anak yang pertumbuhannya tidak sesuai dengan panduan di KMS (Kartu Menuju Sehat), kami akan langsung anjurkan mereka ke program ini," ujar Govert Waramori dalam keterangan pers yang diterima Beritasatu.com, Kamis (1/8/2019).

Govert menambahkan, Freeport Indonesia telah sejak lama melakukan program pendampingan di posyandu, yang meliputi kegiatan promosi dan edukasi kesehatan. Dari kegiatan pendampingan tersebut, ditemukan bahwa salah satu masalah yang kerap terjadi adalah kurang gizi.

"Karena itu, Freeport Indonesia kemudian membentuk program Pemberian Makanan Tambahan-Pemulihan (PMT-P) yang menyasar para bayi dan balita," tandas Geovert.

Bidan sekaligus koordinator program PMT-P, Maria Matulessy menjelaskan, upaya intervensi ini juga menyasar kalangan ibu, baik yang akan maupun sudah memiliki anak. Untuk para ibu ini, PMT-P rutin mengadakan Focus Group Discussion (FGD) setiap bulan dengan tema terkait kesehatan ibu dan anak.

"Untuk ibu-ibunya juga ada FGD, karena di sini kami lihat peran ibu begitu penting. Karena itu setiap bulan kami adakan FGD dengan nara sumber yang kami datangkan dari Puskesmas. Materinya seputar ibu dan anak, contohnya seperti yang baru kami lakukan bulan ini adalah terkait perawatan kehamilan," jelas Maria Matulessy.

Menurut Maria, progam yang telah berjalan selama empat tahun dan telah diikuti oleh hampir 70 bayi dan balita ini juga telah menunjukkan hasil yang menggembirakan. "Berat badan bayi pun meningkat rata-rata sebesar 2 kilogram sejak mengikuti program. Untuk para bayi di bawah satu tahun, berat badan mereka juga berhasil mencapai target yang dianjurkan, yakni berat badan 10 kilogram saat menginjak usia 1 tahun," kata Maria.

Senior Vice President (SVP) Social Responsibility & Community Development PT Freeport Indonesia, Claus Wamafma menambahkan, sejak awal Freeport Indonesia memiliki komitmen bersama pemerintah guna meningkatkan upaya pembangunan manusia yang mandiri dan berkelanjutan melalui investasi sosial termasuk di bidang kesehatan.

"Kami di Freeport Indonesia khususnya melalui Divisi Hubungan Masyarakat yang membidangi pengembangan masyarakat berkomitmen untuk terus bersinergi dengan pihak pemerintah dan semua pemangku kepentingan dalam upaya mencapai pemenuhan tujuan pembangunan berkelanjutan termasuk pemenuhan tujuan-tujuan terkait kesehatan masyarakat," kata Claus.

Menurut Claus, upaya penurunan angka kematian bayi adalah salah satu indikator intervensi pemerintah dan pemangku kepentingan dalam pencapaian agenda pembangunan berkelanjutan atau Sustainable Development Goals (SDG's) yang sudah di adopsi oleh pemerintah.

"Secara khusus, Freeport Indonesia juga mendukung program terkait upaya pencegahan kematian bayi dan anak melalui program PMT-P guna menyediakan dukungan perbaikan nutrisi bagi temuan bayi atau anak yang membutuhkan intervensi nutrisi. Inisiatif ini juga sangat erat kaitannya dengan program 1000 hari pertama kehidupan (1000 HPK) agar terwujud generasi Papua yang sehat dan cerdas," tegas Claus.



Sumber: BeritaSatu.com