BMKG: Peringatan Dini Tsunami Berakhir Pukul 21.35 WIB

BMKG: Peringatan Dini Tsunami Berakhir Pukul 21.35 WIB
Gempa yang terjadi Banten. ( Foto: BMKG )
Ari Supriyanti Rikin / Iman Rahman Cahyadi / CAH Jumat, 2 Agustus 2019 | 21:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Peringatan dini tsunami pascagempa magnitudo 7,4 pukul 19.03 WIB berkedalaman 10 km dan berlokasi 147 km barat daya Sumur, Banten dinyatakan berakhir pada pukul 21.35 WIB.

Diakhirinya peringatan dini tsunami ini disampaikan dua jam pascagempa. Menurut Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) hal ini sesuai prosedur untuk melihat apakah ada fenomena alam lain yang akan terjadi.

Kepala Bidang Mitigasi Gempabumi dan Tsunami BMKG Daryono mengatakan, dari hasil analisis BMKG menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo awal M 7,4 selanjutnya dilakukan pemutakhiran menjadi magnitudo 6,9.

Episenter terletak pada koordinat 7,32 LS dan 104,75 BT, atau tepatnya berlokasi di laut pada jarak 164 km arah barat daya Kota Pandeglang, Kabupaten Pandeglang, pada kedalaman 48 km.

"Dengan memperhatikan lokasi episenter dan kedalaman hiposenternya, gempa yang terjadi merupakan jenis gempa dangkal akibat adanya deformasi batuan dalam lempeng Indo Australia," katanya dalam penjelasan tertulisnya di Jakarta, Jumat (2/8/2019).

Ia menambahkan, hasil analisis mekanisme sumber menunjukkan bahwa gempa ini dipicu penyesaran oblique yaitu kombinasi gerakan mendatar dan naik.

Terkait guncangan gempa, dirasakan di Lebak dan Pandeglang skala IV-V MMI, Jakarta III-IV MMI, Bandung, Serang, Bekasi, Tangerang, Bandar Lampung, Purwakarta, Bantul, Kebumen, II-III MMI. Kemudian di Nganjuk, Malang, Kuta, Denpasar skala II MMI.

"Hingga saat ini belum ada laporan dampak kerusakan yang ditimbulkan akibat gempa tersebut," ucapnya.

Sebelumnya dari hasil pemodelan menunjukkan bahwa gempa berpotensi tsunami dengan level siaga untuk wilayah Lebak dan Pandeglang bagian Selatan, dan level waspada untuk wilayah Pandeglang Utara, Tanggamus-Lampung.

Hingga pukul 20.15 WIB, hasil monitoring BMKG belum menunjukkan adanya aktivitas gempabumi susulan (aftershock) dan status peringatan dini tsunami belum di akhiri. 



Sumber: Suara Pembaruan, Beritasatu.com