Akibat Gempa, Warga Tujuh Kecamatan di Lebak dan Pandeglang Mengungsi

Akibat Gempa, Warga Tujuh Kecamatan di Lebak dan Pandeglang Mengungsi
Warga di kawasan pesisir Bandar Lampung berupaya menyelamatkan diri setelah wilayahnya diguncang gempa bermagnitudo 6,9 (sebelumnya 7,4). ( Foto: Antara )
Laurens Dami / FMB Sabtu, 3 Agustus 2019 | 10:05 WIB

Serang, Beritasatu.com - Gempa tektonik berkekuatan atau bermagnitudo 6,9 menimbulkan kepanikan warga di tujuh kecamatan di Kabupaten Pandeglang, Lebak dan Serang. Warga di tujuh kecamatan tersebut mengungsi ke tempat yang lebih tinggi.

Tujuh kecamatan yang warganya sudah mengungsi tersebut yakni tiga kecamatan di Kabupaten Lebak meliputi: Bayah, Panggarangan, dan Wanasalam. Selanjutnya tiga kecamatan di Kabupaten Pandeglag meliputi: Sumur, Labuan, dan Carita. Dan terakhir Kecamatan Anyer di Kabupaten Serang.

“Langkah warga untuk mengungsi itu sudah tepat. Langkah itu sesuai dengan simulasi yang selama ini telah disosialisasikan kepada masyarakat di sekitar rawan tsunami, ada zona merah, kuning, dan zona aman. Termasuk hunian sementara (huntara) yg telah dibangun oleh Pemprov Banten," ujar Gubernur Banten Wahidin Halim, Sabtu (3/8/2019).

Warga mencari tempat yang lebih aman seiring dengan peringatan dini tsunami yang dikeluarkan oleh Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG).

Pusat gempa 147 km arah barat daya Kecamatan Sumur. Gempa terjadi di kedalaman laut 10 km. Aliran listrik di wilayah Banten Selatan sempat padam namun kemudian normal kembali. Kondisi laut terpantau masih normal.

Akibat gempa, hingga saat ini terpantau ada beberapa rumah yang mengalami kerusakan, pagar sekolah roboh, serta plafon masjid dan pesantren jatuh.

Tim Badan Penanggulangan dan Bencana Daerah(BPBD) Provinsi Banten sudah di lokasi rescue beserta BPBD Pandeglang. Saat ini sedang mendata banyaknya pengungsi, serta kerusakan bangunan. Serta bersama-sama aparatur Kabupaten Pandeglang mengantar warga ke rumahnya masing-masing.

Seperti diketahui, informasi dari BMKG Jumat 2 Agustus 2019 pukul 19.03.21 WIB wilayah Samudera Hindia Selatan Jawa diguncang gempa tektonik. Hasil analisis menunjukkan gempa ini memiliki magnitudo 6,9 SR. Episenter terletak pada koordinat 7.54 LS dan 104.58 BT tepatnya di laut pada kedalaman 10 km. Peringatan potensi tsunami dari BMKG telah diakhiri.

Gubernur WH menghimbau warga masyarakat untuk tenang dan tidak terlalu panik. Tidak terpengaruh oleh info-info yang salah.

"Apa yang dilakukan masyarakat sudah benar. Tetap waspada walaupun peringatan dini tsunami sudah diakhiri," ujar Wahidin.



Sumber: Suara Pembaruan