Ratusan Warga yang Bersihkan Tumpahan Minyak di Karawang Terserang Penyakit

Ratusan Warga yang Bersihkan Tumpahan Minyak di Karawang Terserang Penyakit
Sekelompok warga setempat bergotong royong memasukkan ceceran minyak mentah ke dalam kantong-kantong dan selanjutnya dibawa ke tempat penampungan sementara di Pantai Sedari, Karawang, Jawa Barat, Kamis (1/8/2019). ( Foto: ANTARA FOTO/Handout/Humas Pertamina )
/ JAS Sabtu, 3 Agustus 2019 | 17:35 WIB

Karawang, Beritasatu.com - Ratusan warga yang terlibat dalam pembersihan limbah minyak di bibir pantai wilayah Kabupaten Karawang, Jawa Barat, selama beberapa pekan terakhir, terserang penyakit gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut.

Kepala Dinas Lingkungan dan Kebersihan Pemkab Karawang Wawan Setiawan, di Karawang, Sabtu (3/8/2019) mengatakan ada sekitar 992 warga di sekitar wilayah pesisir pantai utara yang terserang penyakit gatal-gatal dan infeksi saluran pernapasan akut.

"Itu diketahui dari pendataan di lapangan. Kebanyakan yang mengeluhkan penyakit di posko kesehatan merupakan warga yang ikut membersihkan area bibir pantai," katanya.

Ratusan warga pesisir pantai Karawang sejak beberapa pekan terakhir ikut terlibat dalam pembersihan area bibir pantai di wilayah Karawang menyusul tumpahnya minyak mentah milik Pertamina Hulu Energi Offshore North West Java (PHE ONWJ).

Hingga kini kegiatan pembersihan masih terus dilakukan karena limbah minyak masih "bersarang" di area bibir pantai wilayah Karawang. Bahkan, limbah minyak juga menyebar hingga ke tambak-tambak.

Masyarakat yang terlibat dalam kegiatan pembersihan area bibir pantai wilayah Karawang itu dibayar Rp 100.000 per hari. Selain diberi bayaran, mereka juga mendapatkan makan dari pihak Pertamina.

Dalam sehari, ada sekitar 2.000 karung berisi limbah yang dikumpulkan. Limbah-limbah minyak itu selanjutnya akan dimusnahkan di beberapa perusahaan pengolahan limbah B3 di wilayah Bogor dan Karawang.



Sumber: ANTARA