BNPB: Masyarakat Harus Hidup Harmoni dengan Bencana
Logo BeritaSatu

BNPB: Masyarakat Harus Hidup Harmoni dengan Bencana

Sabtu, 3 Agustus 2019 | 18:43 WIB
Oleh : Ari Supriyanti Rikin / FER

Jakarta, Beritasatu.com - Berada di pertemuan lempeng Indo Australia dan Eurasia membuat Indonesia rawan bencana. Namun hal itu jangan lantas membuat masyarakat diburu ketakutan, tetapi bagaimana hidup harmoni dengan bencana.

Hal itu disampaikan Pelaksana Harian Kepala Pusat Data Informasi dan Humas Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Agus Wibowo di Graha BNPB, Jakarta, Sabtu (3/8/2019).

Agus menjelaskan, posisi Indonesia yang berada di pertemuan dua lempeng yang bergerak terus setiap tahunnya ini membuat Indonesia rawan gempa dan tsunami. Lempeng di bagian Indo Australia misalnya bergerak 5-6 centimeter (cm) per tahun.

Selain adanya zona subduksi atau tumbukan lempeng tersebut, Indonesia juga memiliki banyak patahan di darat (sesar) lokal yang juga memicu gempa bumi. Lempeng ini bergerak dengan kekuatan masing-masing.

Dalam upaya mengurangi dampak bencana ada tiga hal yakni jauhkan bencana dari manusia, tapi kalau tidak bisa, jauhkan orangnya dari sumber bencana, kalau itu juga sulit maka pilihannya harus hidup harmoni dengan bencana. Caranya dengan membangun cara hidup dan infrastruktur tahan dan tangguh bencana.

"Potensi bencana itu ada, seperti potensi gempa M 8,8 megathurst, itu ancaman yang nyata benar yang kita tidak tahu kapan munculnya," kata Agus saat konferensi pers perkembangan terkini pascagempa Banten magnitudo (M) 6,9.

Dengan adanya ancaman dan potensi itu, lanjut Agus, semua elemen harus siap siaga menghadapi bencana. BNPB juga mengingatkan dan mendorong pemerintah daerah untuk meningkatkan kesiapsiagaan bencana dengan pembangunan shelter evakuasi sementara, rambu-rambu dan jalur evakuasi.

"Masyarakat juga perlu terus ditingkatkan pemahaman evakuasi mandiri saat bencana terjadi," kata Agus.

Untuk hotel-hotel di wilayah yang rawan gempa dan tsunami juga harus memperhatikan bangunannya tahan gempa. "Selain itu harus juga punya lantai yang bisa dipakai untuk shelter, misalnya setelah dikaji oleh ahli di lantai 3. Maka di lantai 1 harus dijadikan ruang terbuka, ketika ada terjangan tsunami tidak berdampak besar," ungkapnya.

BNPB juga mendorong daerah agar dalam penerbitan izin mendirikan bangunan mengatur pula konstruksi bangunan tahan gempa.



Sumber: Suara Pembaruan


BAGIKAN


REKOMENDASI



BERITA LAINNYA

Perbaikan Tol Jalur Arah Cikampek Dilanjutkan

Perbaikan jalan bertujuan untuk meningkatkan kualitas kenyamanan pengguna jalan tol.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

Ratusan Warga yang Bersihkan Tumpahan Minyak di Karawang Terserang Penyakit

Hingga kini kegiatan pembersihan masih terus dilakukan karena limbah minyak masih "bersarang" di area bibir pantai wilayah Karawang.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

BMKG Imbau Jangan Percaya Prediksi Gempa Magnitudo 9,0

Masyarakat diimbau memantau informasi resmi baik dari BMKG maupun BNPB.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

UGM Terima 8.408 Mahasiswa Baru

Panut Mulyono berharap para mahasiswa nantinya tidak hanya belajar saja di UGM, tetapi juga dapat bersama-sama membangun bangsa.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

Korban Jiwa di Banten Saat Gempa, Bukan Akibat Tertimpa Bangunan

Bangunan yang rusak sampai saat ini tercatat ada 223 rumah dengan tingkat kerusakan yang bervariasi dari ringan sampai berat yang tersebar di beberapa wilayah.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

Mensos Sarankan Warga Bangun Rumah Tahan Gempa

Kemsos menyiapkan bantuan stimulan bagi warga yang rumahnya rusak akibat gempa dengan kisaran nilai bantuan Rp 20 juta per unit dalam bentuk bahan bangunan.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

JK: Dampak Gempa Banten Akan Ditangani dengan Baik

Terkait jumlah korban dan kerusakan akibat gempa tersebut, Wapres belum mendapat laporan.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

Pilwagub Bengkulu Digelar 13 Agustus

Wagub Bengkulu terpilih nanti akan melanjutkan sisa masa jabatan bersama Gubernur Rohidin Mersyah sampai 12 Februari 2020 mendatang.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

Peduli Pendidikan, Askrindo Gelar Pelatihan 1.000 Guru PAUD

Asuransi Kredit Indonesia menggelar Seminar Nasional dan pelatihan gratis kepada 1.000 Guru PAUD di Aceh, Pontianak dan Makassar.

NASIONAL | 3 Agustus 2019

Gelombang Tinggi, Nelayan Bintan Tak Bisa Melaut

Nelayan Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau (Kepri) sudah sebulan terakhir ini tidak bisa melaut karena ketinggian gelombang di perairan wilayah tersebut.

NASIONAL | 3 Agustus 2019


TERKONEKSI BERSAMA KAMI
Copyright © 2021 BeritaSatu
Allright Reserved
CONTACT US
Berita Satu Plaza, Lantai 11 Kav. 35-36,
Jl. Jend. Gatot Subroto, Jakarta Selatan, Jakarta 12950
Telp: +62 21 2995 7500
Fax: +62 21 5277975
BeritaSatu Media Holdings
CLOSE ADS