KKP Tertibkan 2 Kapal Ikan dan 9 Rumpon Ilegal Asal Filipina

KKP Tertibkan 2 Kapal Ikan dan 9 Rumpon Ilegal Asal Filipina
Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 04 berhasil menertibkan 2 (dua) kapal perikanan asing (KIA) asal Filipina serta 9 (sembilan) rumpon ilegal milik nelayan Filipina. ( Foto: istimewa )
Iman Rahman Cahyadi / CAH Sabtu, 3 Agustus 2019 | 21:01 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) melalui Kapal Pengawas Perikanan (KP) Orca 04 berhasil menertibkan 2 (dua) kapal perikanan asing (KIA) asal Filipina serta 9 (sembilan) rumpon ilegal milik nelayan Filipina. Mereka ditertibkan di perairan Zona Ekonomi Eksklusif Indonesia (ZEEI) Laut Sulawesi yang juga merupakan Wilayah Pengelolaan Perikanan Republik Indonesia (WPP-RI) 716, pada Kamis (1/8).

Proses penangkapan 2 kapal dan penertiban 9 rumpon tersebut dilakukan oleh KP Orca 04 yang dinakhodai oleh Capt. Eko Priyono dalam operasi pengawasan sumber daya kelautan dan perikanan. Operasi ini menargetkan kapal-kapal perikanan dan rumpon ilegal asing yang beroperasi di perairan Indonesia.

“Dua kapal atas nama FB Full Blast (3 GT), dan FB LB Vient 009 (13.46 GT), ditangkap karena melakukan penangkapan ikan di perairan Indonesia tanpa izin. Begitu juga sembilan rumpon ditertibkan karena dipasang tanpa izin dari Pemerintah Indonesia,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Jenderal Pengawasan Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (PSDKP) Agus Suherman dalam siaran pers yang diterima Beritasatu.com, Sabtu 93/8/2019).

“Dalam penangkapan kedua kapal yang diawaki masing-masing oleh 3 orang WN Filipina, berhasil diamankan ikan tuna dan cakalang hasil tangkapan sekitar 200 kg," tambah Agus.

Selanjutnya, kedua kapal dan rumpon-rumpon tersebut beserta awaknya dikawal menuju ke Pangkalan PSDKP Bitung Sulawesi Utara untuk proses hukum lebih lanjut oleh Penyidik Pegawai Negeri Sipil (PPNS) Perikanan.

“Terhadap pelanggaran kapal perikanan asing yang melakukan penangkapan ikan di Indonesia tanpa izin, maka sesuai Undang-Undang Perikanan pelaku dapat diancam dengan pidana penjara paling lama enam tahun dan denda paling banyak Rp20 miliar," tegas Agus.

Penangkapan kapal asing tersebut menambah jumlah KIA yang ditangkap oleh KKP karena melakukan illegal fishing di perairan Indonesia. “Selama 2019, sejumlah 45 KIA yang terdiri dari 18 Malaysia, 18 Vietnam, 8 Filipina, dan 1 Panama berhasil ditangkap oleh armada kapal pengawas perikanan KKP. Sementara itu, 91 rumpon ilegal milik nelayan Filipina dan 5 rumpon ilegal milik nelayan Malaysia yang juga ditertibkan pada tahun 2019," tutup Agus.



Sumber: BeritaSatu.com