Dedi Mulyadi: Daun Jati Solusi Terbaik Pembungkus Daging Kurban

Dedi Mulyadi: Daun Jati Solusi Terbaik Pembungkus Daging Kurban
Dedi Mulyadi ( Foto: istimewa )
Fana Suparman / AMA Senin, 5 Agustus 2019 | 12:15 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Sejumlah kalangan, termasuk kepala daerah hingga Kementerian Agama mengimbau untuk tidak menggunakan plastik sebagai pembungkus atau wadah daging kurban. Menjawab hal tersebut, Ketua DPD I Golkar Jawa Barat, Dedi Mulyadi memiliki solusi terkait penggunaan material ramah lingkungan untuk membungkus daging kurban yakni dengan memanfaatkan daun jati.

Kang Dedi, sapaan Dedi Mulyadi mengatakan, daun jati sebagai wadah atau pembungkus daging sudah diajarkan oleh orangtua dahulu bahkan telah manjadi bagian tradisi masyarakat Jawa Barat. Selain efektif dalam menjaga lingkungan, dengan daun jati kualitas daging lebih terjaga.

"Jadi dibungkusnya bukan lagi pakai plastik, tetapi dengan daun jati. Bukan hanya efektif membungkus, tetapi hawa harum dari daunnya itu memberikan efek pada daging serta mampu menjaga kualitas daging," kata Dedi Mulyadi dalam siaran pers yang diterima di Jakarta, Senin (5/8/2019).

Dedi Mulyadi mempkraktikkan penggunaan daun jati tersebut saat berkunjung ke Pasar Leuwi Panjang, Purwakarta Minggu (4/8/2019). Dedi mengaku ingin mencontohkan kepada masayarakat dan pedagang mengenai penggunaan daun jati sebagai pembungkus daging. Dedi mampu membungkus daging dengan cepat dan baik yang diikatkan dengan tali dari bambu. Hal ini membuat heran terutama kaum ibu muda.

Dedi Mulyadi mengaku, membungkus daging dengan daun jati merupakan hal biasa bagi dirinya. Saat kecil, Dedi menuturkan, sering membuat tali dari bambu untuk dijual kepada pedagang di sekitar rumahnya. Hal itu dilakukannya sebelum berangkat sekolah.

"Ya kan dulu sebelum ke sekolah sering kali membuat tali dari bambu, bahkan ibu saya berbelanja bawa kantong sendiri, kalau daging dibungkus pakai daun dan dimasukkan ke kain atau wadah dari anyamam bambu yang besar," ungkap Dedi Mulyadi.

Dedi Mulyadi mendorong Pemerintah Daerah membuat regulasi dalam penggunaan plastik diantaranya membuat regulasi penggunaan daun untuk membungkus daging kepada pedagang. Dengan aturan ini, masyarakat diharapkan dapat terbebas dari ketergantungan menggunakan plastik. "Jangan sampai hanya pada kurban saja, tapi buat regulasi agar penggunaan daun sebagai pembungkus digunakan untuk keseharian," katanya.

Dedi Mulyadi meyakini, regulasi tersebut akan memberikan dampak positif bagi lingkungan. Apalagi, kata Dedi penggunaan plastik hari ini sudah cukup mengkhawatirkan.

"Selama ini plastik menjadi problem dari keseharian kehidupan masyarakat, bahkan sampai tingkat berbahaya bagi lingkungan. Di rumah tidak pernah lepas dari plastik. Selokan, sungai besar bahkan di laut, sampah plastik sudah mengkhawatirkan dan gampang kita temui," jelasnya.

Selain memberikan efek positif bagi lingkungan, pemanfaatan daun jati bisa membangun kreatifitas bagi masyarakat terutama kepada anak - anak sekolah. Apalagi, daun jati yang sering kali berserakan kurang dimanfaatkan dengan baik. "Kan nanti anak-anak sekolah bisa mendapatkan aktifitas dan kreasi yang menghasilkan, tinggal dihitung berapa perlembar plus talinya jadi bisa dimanfaatkan, lingkungan terjaga dapat juga keuntungan," ungkap Dedi Mulyadi.

Ditekankan Dedi Mulyadi, di berbagai wilayah, khususnya di Jawa Barat seperti Purwakarta, Indramayu atau Cirebon banyak terdapat pohon jati. Kondisi ini menunjang dan dapat mencukupi kebutuhan pedagang nantinya.

"Mudahlah mendapatkan daun jati hampir di semua wilayah bisa didapatkan, kan nanti tinggal drop saja mau itu pasar di Bandung atau Jakarta, satu truk kan udah banyak," tutur Dedi Mulyadi.



Sumber: Suara Pembaruan