Di Sidang Senat Terbuka IPDN, Mendagri: Serap dan Perjuangkan Aspirasi Rakyat

Di Sidang Senat Terbuka IPDN, Mendagri: Serap dan Perjuangkan Aspirasi Rakyat
Tjahjo Kumolo. ( Foto: Antara )
Carlos KY Paath / CAH Senin, 5 Agustus 2019 | 17:32 WIB

Sumedang, Beritasatu.com - Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo menghadiri Sidang Senat Terbuka Institut Pemerintahan Dalam Negeri (IPDN) di Kampus IPDN Jatinangor, Sumedang, Jawa Barat, Senin (5/8/2019).

Sidang digelar untuk wisuda program diploma IV, sarjana, magister terapan studi pemerintahan, serta doktor ilmu pemerintahan dan profesi kepamongprajaan tahun 2019.

"Tugas Anda belum selesai. Tugas Anda yang paling utama adalah pengabdian kepada masyarakat di mana pun Anda berada. Menggerakkan dan mengorganisasi masyarakat dengan disiplin ilmu yang ada," kata Tjahjo dalam sambutannya.

Menurut Tjahjo, setiap lulusan IPDN sepatutnya terus belajar. Meningkatkan sumber daya manusia (SDM) sebagaimana arahan Presiden Joko Widodo (Jokowi). "Usahakan terus menimba ilmu, bermasyarakat. Serap aspirasi rakyat, perjuangkan aspirasi dan layani masyarakat dengan cepat dan ramah," imbuh Tjahjo.

Para lulusan Diploma IV dan Sarjana IPDN, lanjut Tjahjo, bakal disebar ke seluruh wilayah NKRI. "Pengabdian Anda ditunggu. Pelayanan Anda ditunggu, dan kecepatan, keramahan juga ditunggu oleh masyarakat," tegas Tjahjo.

Pada kesempatan itu, Tjahjo mengingatkan, tantangan bangsa semakin berat dan kompleks. Pertama menyangkut radikalisme/ terorisme. Penanganan masalah itu bukan hanya tanggung jawab TNI/ Polri.

"Tapi juga tanggung jawab Anda juga semia untuk menjaga keutuhan NKRI dalam rangka ancaman terorisme/radikalisme," ungkap Tjahjo.

Tantangan kedua terkait narkoba. Tjahjo menyatakan, narkoba merupakan musuh generasi muda. Tjahjo berharap agar setiap pribadi dan keluarga lulusan IPDN tidak terjebak dengan narkoba.

Tantangan ketiga yaitu ketimoangan sosial, termasuk kematian ibu hamil, gizi anak, stunting, dan persoalan lainnya.

Selanjutnya, Tjahjo menuturkan, korupsi pun menjadi tantangan bangsa. "Hati-hati pada area rawan korupsi. Hati-hati pada penyalahgunaan wewenang, perencanaan anggaran, jual beli jabatan, pengadaan barang dan jasa," tegas Tjahjo.

Jumlah praja IPDN yang diwisuda sebanyak 744 orang. Program diploma IV ada 598 orang, dan 146 orang S1. Kemudian, S2 ada 161 orang, S3 sebanyak 37 orang, dan profesi kepamongprajaan 38 orang. 

 



Sumber: Suara Pembaruan