BMKG: Gempa Bukan Penyebab Padamnya Listrik

BMKG: Gempa Bukan Penyebab Padamnya Listrik
Ilustrasi pemadaman listrik ( Foto: Istimewa )
Ari Supriyanti Rikin / YUD Selasa, 6 Agustus 2019 | 09:44 WIB

Jakarta, Beritasatu.com - Padamnya listrik beberapa hari terakhir di sebagian besar Pulau Jawa tidak disebabkan oleh gempa bumi.

Pada beberapa hari terakhir ramai dibicarakan di media sosial bahwa terjadinya pemadaman listrik di berbagai wilayah di sebagian besar Pulau Jawa, Minggu (4/8/2019) pukul 11.45 WIB yang dikaitkan dengan gempa bumi Banten M 6,9 yang terjadi pada Jumat (2/8/2019) malam.

Menanggapi isu tersebut, Deputi Bidang Geofisika Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Muhammad Sadly menegaskan, bahwa padamnya listrik yang terjadi tidak ada kaitannya dengan peristiwa gempa bumi Banten M 6,9.

"Jika kita perhatikan, waktu terjadinya gempa Banten adalah Jumat, 2 Agustus 2019 pukul 19. 03 WIB, sementara pemadaman listrik terjadi pada hari Minggu 4 Agustus 2019 pukul 11.45 WIB, maka rentang waktu kedua kejadian tersebut terpaut cukup lama," katanya di Jakarta, Selasa (6/8) pagi.

Dalam penjelasan tertulisnya tersebut, Sadly menyebut jika padamnya listrik akibat gempa maka listrik padam sudah terjadi sejak Jumat (3/8) malam pukul 19.03 WIB atau sesaat setelah terjadinya gempa.

Lebih lanjut, Sadly menjelaskan jika memperhatikan peta tingkat guncangan gempa bumi (shake map) gempa Banten, maka dampak guncangan terbesar terjadi di wilayah Banten, Jawa Barat dan DKI Jakarta dalam skala intensitas III-IV MMI.

Skala ini, kata dia, berarti getaran gempa dirasakan nyata di dalam rumah, seakan-akan ada truk berlalu, hingga jendela atau pintu berderik dan dinding berbunyi.

Dampak gempa semacam ini, belum mampu menimbulkan kerusakan pada struktur bangunan yang kuat. Apalagi jarak antara episenter dan lokasi PLTU Suralaya sejauh 211 kilometer sehingga percepatan getaran tanah di Suralaya nilainya sangat kecil dan tidak memungkinkan terjadinya kerusakan.

Menurut keterangan resmi PT. PLN Persero, tambah Sadly, padamnya listrik di wilayah Jakarta disebabkan oleh gangguan pada gas turbin 1 sampai 6 di Suralaya. Selain itu, gangguan juga terjadi di pembangkit listrik tenaga gas turbin Cilegon.

Gangguan ini menyebabkan aliran listrik di Jabodetabek mengalami pemadaman. Terkait pemadaman listrik lainnya termasuk di wilayah Jawa Barat karena gangguan transmisi sutet 500 kV.

"Berdasarkan press rilis PLN, dapat disimpulkan bahwa padamnya listrik massal di beberapa daerah tidak diakibatkan oleh peristiwa gempa bumi," ucapnya.



Sumber: Suara Pembaruan