Bakar Lahan

Kepala Desa di Ketapang, Kalbar Diperiksa

Kepala Desa di Ketapang, Kalbar Diperiksa
Petugas Polres Ketapang melakukan identifikasi atas pembakaran lahan yang terjadi di wilayah Kalbar. ( Foto: Beritasatu Photo / Sahat Oloan Saragih )
Sahat Oloan Saragih / RSAT Selasa, 6 Agustus 2019 | 09:37 WIB

Pontianak, Beritasatu.com - Aparat Kepolisian Polres Ketapang memeriksa YS, kepala desa di Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat (Kalbar) karena diketahui membuka lahan dengan cara membakar.

Hal itu dikatakan Kepala Bidang Hubungan Masyarakat (Kabid Humas) Polda Kalbar Kombes Pol Donny Charles Go kepada wartawan, Senin (5/8/2019).

Donny mengatakan jajaran kepolisaian Polres Ketapang sedang menangani satu kasus pembakaran lahan. Kasus ini sebagai “warning” terhadap masyarakat yang lain agar tidak membakar lahan. Sebab siapapun yang mencoba membuka lahan dengan cara membakar akan tetap diproses secara hukum. Karena membuka lahan dengan cara membakar berdampak negatif terhadap aktifitas masyarakat.

Donny menambahkan, kasus pembakaran lahan oleh YS diketahui berdasarkan laporan dari masyarakat terkait kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang terjadi di Dusun Sekucing Bulin RT 05 Desa Sekucing Kualan Kecamatan Simpang Hulu Kabupaten Ketapang. Selanjutnya, Polres Ketapang langsung menuju ke lokasi dan melakukan langkah identifikasi dan diketahui ada lahan yang terbakar.

Disebutkan, kejadiannya pelaku mengajak beberapa rekannya untuk membuka lahan pada 26 Juli 2019, dengan tujuan untuk memperluas kebun sawit milik pelaku. Sebelum membakar ada upaya yang dilakukan untuk mengantisipasi agar kebakaran tidak meluas yaitu dengan menyiapkan dan memasang mesin air dan slang. Namun saat dilakukan pembakaran lahan, ternyata api dengan cepat meluas yang akhirnya tidak dapat dikendalikan sehingga terjadi kebakaran lahan yang cukup luas, namun saat ini sudah berhasil dipadamkan.

Petugas kepolisian sudah melakukan identifikasi dan olah tempat kejadian perkara serta memeriksa saksi-saksi. Sementara pelaku pembakaran sudah dilakukan pemanggilan untuk diperiksa oleh Polres Ketapang.

Kebakaran hutan dan lahan merupakan peristiwa yang sangat tidak diinginkan oleh siapapun karena dampak yang ditimbulkan sangat merugikan baik terhadap kesehatan masyarakat, lingkungan, dan ekonomi. “Untuk itu pihaknya mengingatkan kepada masyarakat agar tidak membersihkan lahan dengan cara membakar lahan walau sekecil apapun juga,” tegas Donny.



Sumber: Suara Pembaruan